Emas Global Melonjak Tajam, Harga Hampir Sentuh Level USD 5.600 per Ons

Avatar photo

- Penulis Berita

Kamis, 29 Januari 2026 - 09:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Emas (Freepik)

Ilustrasi Emas (Freepik)

Harga emas dunia mencatat lonjakan signifikan dalam dua sesi perdagangan terakhir dan semakin mendekati level USD 5.600 per ons. Kenaikan ini dipicu oleh kombinasi kuat antara pembelian bank sentral, arus dana investasi, serta meningkatnya minat terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.

Pada penutupan perdagangan 28 Januari, harga emas spot dunia melonjak sekitar USD 235 dan ditutup di kisaran USD 5.414 per ons. Tren penguatan berlanjut pada sesi berikutnya, 29 Januari, dengan harga sempat menyentuh level tertinggi baru di sekitar USD 5.585 per ons. Secara keseluruhan, emas telah menguat lebih dari USD 500 hanya dalam waktu singkat.

Analis pasar dari IG, Tony Sycamore, menilai reli ini didorong oleh pembelian berkelanjutan dari bank sentral, meningkatnya permintaan dari dana investasi, serta pergeseran investor ke aset berkualitas tinggi. Meski dalam jangka pendek terdapat potensi koreksi, ia menegaskan bahwa faktor fundamental masih mendukung tren penguatan emas sepanjang 2026.

Selain faktor permintaan, ketegangan geopolitik turut memperkuat daya tarik emas sebagai aset aman. Situasi memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Iran untuk kembali ke meja perundingan terkait isu senjata nuklir. Pernyataan tersebut dibalas Teheran dengan ancaman akan melakukan serangan balasan terhadap Amerika Serikat, Israel, dan sekutunya jika terjadi agresi militer.

Kebijakan moneter Amerika Serikat juga menjadi katalis penting. Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya, sesuai ekspektasi pasar. Investor kini memperkirakan peluang penurunan suku bunga pada pertengahan tahun, khususnya pada Juni. Lingkungan suku bunga rendah secara historis cenderung mendukung kenaikan harga emas karena menurunkan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil.

Sejak awal tahun ini, harga emas telah mencatat kenaikan hampir 30 persen. Pada tahun sebelumnya, logam mulia tersebut bahkan membukukan lonjakan hingga 64 persen, memperkuat posisinya sebagai salah satu aset dengan kinerja terbaik.

Lonjakan tidak hanya terjadi pada emas. Harga perak juga menembus rekor tertinggi baru di kisaran USD 199,5 per ons. Platinum ikut menguat dan kini diperdagangkan di sekitar USD 2.705 per ons, sementara paladium mencatat kenaikan tipis sekitar 0,3 persen ke level USD 2.079 per ons.

Berita Terkait

Alternatif Bahan Bakar Selain Pertamina Dex Terbaru 2026
Daya Beli Warga Kota Besar Menurun UMKM Keluhkan Kenaikan Biaya Produksi
Kasus ISPA dan Demam Melonjak Akibat Cuaca Buruk Pemerintah Imbau Pola Sehat
Kegiatan Sekolah dan Ujian Nasional Berjalan Normal di Tengah Dinamika Global
Digitalisasi Pendidikan dan Evaluasi Kurikulum Mulai Diterapkan di Sejumlah Daerah
Kecelakaan Kendaraan Pribadi di Jalur Antar Kota Meningkat Pengendara Wajib Waspada
Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Mulai Berlaku di Tengah Fluktuasi Pangan
Hari Malaria Sedunia 25 April Kembali Soroti Tantangan Kesehatan Global Terbaru
Tag :

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 20:42 WIB

Alternatif Bahan Bakar Selain Pertamina Dex Terbaru 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 19:19 WIB

Daya Beli Warga Kota Besar Menurun UMKM Keluhkan Kenaikan Biaya Produksi

Sabtu, 25 April 2026 - 19:19 WIB

Kasus ISPA dan Demam Melonjak Akibat Cuaca Buruk Pemerintah Imbau Pola Sehat

Sabtu, 25 April 2026 - 19:19 WIB

Kegiatan Sekolah dan Ujian Nasional Berjalan Normal di Tengah Dinamika Global

Sabtu, 25 April 2026 - 19:18 WIB

Digitalisasi Pendidikan dan Evaluasi Kurikulum Mulai Diterapkan di Sejumlah Daerah

Berita Terbaru

Alternatif Bahan Bakar Selain

Berita

Alternatif Bahan Bakar Selain Pertamina Dex Terbaru 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 20:42 WIB