Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 tidak hanya berdenyut di kota-kota Asia. Di berbagai belahan dunia, suasana festival hadir lewat lentera merah, pertunjukan budaya, hingga kembang api. Banyak negara menampilkan perayaan yang memadukan tradisi Tionghoa dengan warna lokal masing-masing.
Di Moskow, Rusia, festival Imlek digelar di alun-alun pusat dan kawasan Lapangan Manezhnaya. Salju yang menutup jalan justru menjadi latar kontras untuk deretan dekorasi merah. Pengunjung menikmati kuliner, berfoto di instalasi festival, dan merayakan momen tahun baru bersama komunitas setempat.
Australia menampilkan versi yang terasa “multikultural”. Di Docklands, Melbourne, warga berkumpul untuk menulis harapan di amplop merah lalu menggantungkannya pada ranting pohon hias, seolah membuat “pohon doa” untuk damai dan kemakmuran. Pertunjukan tari singa ikut meramaikan, menjadi simbol keberuntungan dan penolak bala.
Masih di Australia, Parramatta Square di barat Sydney menyiapkan gerbang penyambutan khusus. Rangkaian acara disebut dibuka dengan atraksi akrobatik di tiang tinggi, kembang api, dan kemunculan figur “Dewa Rezeki” yang lazim hadir dalam perayaan Imlek untuk membagikan salam serta harapan baik.
Di Amerika Serikat, nuansa Imlek tampak lewat ikon kota. Empire State Building di New York menyalakan pencahayaan merah yang mencolok, menandai bagaimana simbol modern kota dapat ikut “berbicara” dalam bahasa festival tradisional yang sudah menyebar lintas benua.
Meksiko juga memperlihatkan antusiasme besar melalui festival budaya Imlek di Mexico City. Pengunjung mencoba aktivitas seni seperti melukis topeng opera, anak-anak memakai aksesori bertema hewan tahun tersebut, dan kerumunan berburu foto bersama rombongan tari singa yang terus bergerak di antara penonton.
Di Amerika Selatan, Buenos Aires, Argentina, perayaan hadir dengan adrenalin. Ada agenda lomba perahu naga yang ritmenya dipandu tabuhan drum, sekaligus keramaian di kawasan Chinese Quarter. Pertunjukan seni bela diri, tari naga, dan tari singa menarik sorak warga yang ingin merasakan atmosfer Imlek secara langsung.
Asia Tenggara juga tidak ketinggalan. Di Manila, Filipina, kawasan Binondo—yang sering disebut sebagai pecinan tertua—dipadati orang untuk menyaksikan kembang api dan pertunjukan drone. Perayaan menyatu dengan parade, tarian singa-naga, serta aneka kostum kreatif yang membuat suasana semakin hidup di jantung kota.
Di Bangkok, Thailand, dekorasi bertema naga dan lampion menyala di pusat perbelanjaan, sementara di Beijing, Tiongkok, sentuhan modern muncul lewat atraksi robot humanoid yang menari bersama “robot anjing” berkostum tari singa di area kuil. Campuran tradisi dan teknologi ini menunjukkan satu hal: Imlek 2026 benar-benar mendunia, dan dirayakan dengan cara yang terus berkembang.






