Perang Talenta AI, Elon Musk dan OpenAI Adu Strategi Lewat Pizza

Avatar photo

- Penulis Berita

Kamis, 19 Februari 2026 - 19:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Miliarder Elon Musk di Green Bay, Wisconsin (AS) pada Maret 2025. Foto: AP

Miliarder Elon Musk di Green Bay, Wisconsin (AS) pada Maret 2025. Foto: AP

Percakapan ringan soal pizza panggang kayu mendadak menjadi simbol persaingan serius di industri kecerdasan buatan. Elon Musk dan salah satu petinggi OpenAI terlibat saling balas komentar yang tampak santai, namun menyiratkan perebutan talenta AI kelas dunia.

Interaksi itu bermula ketika Musk membagikan tulisan seorang insinyur xAI bernama Dustin yang menggambarkan budaya kerja perusahaannya. Ia menekankan minimnya birokrasi, tanpa dokumen berlapis atau persetujuan bertele-tele, sehingga insinyur bisa langsung membangun produk.

Musk kemudian mengajak publik bergabung ke xAI. Tak lama, Thibault Sottiaux dari tim Codex OpenAI menanggapi dengan menyebut perusahaannya memiliki prinsip serupa, disertai gurauan bahwa mereka juga menyediakan pizza.

Obrolan pun berkembang ke kualitas adonan, fermentasi, hingga standar “SoTA” atau State of The Art. Istilah teknis tersebut diselipkan untuk mempromosikan kemampuan model AI mutakhir masing-masing.

Di balik humor itu, terdapat realitas keras Silicon Valley. Perusahaan seperti xAI dan OpenAI berlomba menawarkan budaya kerja fleksibel, fasilitas premium, serta kompensasi fantastis demi menarik insinyur AI terbaik.

Persaingan ini juga menarik karena hubungan Musk dan OpenAI tidak selalu harmonis. Ia ikut mendirikan OpenAI pada 2015, lalu hengkang pada 2018 setelah perbedaan arah dan kepemilikan.

Sejak itu, Musk kerap mengkritik OpenAI, terutama terkait kemitraan dengan Microsoft dan orientasi profit. Bahkan, ia menuntut kompensasi besar atas investasi awalnya.

Namun, percakapan soal pizza menunjukkan dinamika unik: kompetisi bisa dibungkus candaan. Di industri AI, daya tarik bukan hanya soal gaji, melainkan juga budaya kerja dan visi masa depan.

Berita Terkait

Raksasa Teknologi Huawei hingga Xiaomi Pamer Navigasi AI dan Deteksi Emosi Pengemudi
Tesla Percepat Pengembangan Teknologi AI Self Driving yang Semakin Canggih
Platform X Gencarkan Integrasi AI dan Inovasi Monetisasi Konten Bagi Kreator
SpaceX Terus Pacu Uji Coba Starship demi Ambisi Eksplorasi Antariksa Masa Depan
Terobosan AI Multimodal Generasi Baru Integrasikan Teks Gambar Video dan Suara
Teknologi AI Terbaru Kini Makin Real-Time dan Mampu Bertindak Secara Otomatis
NVIDIA Dominasi Pasar GPU AI Saat TSMC Genjot Produksi Chip 2nm
Meta Kembangkan Teknologi AI Generatif Konten Otomatis dan Avatar Digital Canggih

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 02:08 WIB

Tesla Percepat Pengembangan Teknologi AI Self Driving yang Semakin Canggih

Jumat, 24 April 2026 - 02:07 WIB

Platform X Gencarkan Integrasi AI dan Inovasi Monetisasi Konten Bagi Kreator

Jumat, 24 April 2026 - 02:07 WIB

SpaceX Terus Pacu Uji Coba Starship demi Ambisi Eksplorasi Antariksa Masa Depan

Jumat, 24 April 2026 - 01:56 WIB

Terobosan AI Multimodal Generasi Baru Integrasikan Teks Gambar Video dan Suara

Jumat, 24 April 2026 - 01:55 WIB

Teknologi AI Terbaru Kini Makin Real-Time dan Mampu Bertindak Secara Otomatis

Berita Terbaru

Alternatif Bahan Bakar Selain

Berita

Alternatif Bahan Bakar Selain Pertamina Dex Terbaru 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 20:42 WIB