Manchester United menjalani jeda yang tidak biasa pada pertengahan Februari 2026. Setelah laga berakhir dramatis 1-1 kontra West Ham pada 11 Februari, skuad MU mendapatkan waktu istirahat hampir dua pekan sebelum kembali intensif berlatih untuk pertandingan berikutnya.
Alih-alih menggelar pemusatan latihan di luar negeri atau mengadakan laga uji coba, tim memilih bertahan di Carrington. Fokus utamanya adalah pemulihan kondisi fisik pemain, sekaligus memperbaiki detail permainan yang dianggap masih perlu ditingkatkan.
Absennya MU dari jadwal akhir pekan sebelumnya disebut terjadi setelah tim tersingkir dari Piala FA akibat kekalahan dari Brighton. Akibatnya, “Setan Merah” memiliki ruang lebih panjang untuk mengatur ulang ritme dan mengelola beban pemain.
Pelatih Michael Carrick menjelaskan bahwa keputusan tetap berada di Manchester diambil demi memaksimalkan pemulihan. Ia menyebut ada sejumlah pemain yang mengalami ketegangan otot dan membutuhkan waktu perawatan yang lebih tuntas.
“Kami memilih untuk tinggal di Manchester. Ini kesempatan bagi pemain untuk pulih. Ada yang mengalami sedikit ketegangan otot dan butuh waktu untuk menanganinya secara definitif. Kami juga perlu tenang sejenak untuk meninjau perjalanan terakhir dan kembali lebih kuat,” kurang lebih demikian arah pernyataan Carrick.
Sebelumnya sempat muncul kabar MU mempertimbangkan laga persahabatan di Arab Saudi untuk menambah pemasukan, terlebih karena musim ini jumlah pertandingan disebut hanya sekitar 40 laga akibat tidak tampil di kompetisi Eropa. Namun, pada periode ini, tim pelatih lebih mengedepankan stabilitas kekuatan dibanding faktor komersial.
MU juga disebut masih memiliki peluang lain untuk melakukan perjalanan ke luar negeri pada rangkaian babak kelima dan perempat final Piala FA pada Maret dan awal April. Meski begitu, rencana detailnya belum diumumkan.
Jeda ini berakhir saat MU dijadwalkan melakoni pertandingan terakhir di pekan ke-27 Liga Premier melawan Everton pada 24 Februari 2026. Jeda panjang ini diharapkan memberi keuntungan: pemain lebih segar, risiko cedera bisa ditekan, dan persiapan taktik menjadi lebih rapi.
Dalam periode kepemimpinan Carrick, MU disebut mencatat 5 laga beruntun tanpa kalah, termasuk 4 kemenangan. Catatan itu menjadi modal psikologis penting sebelum memasuki fase yang lebih menentukan di sisa musim.






