Menjelang acara peluncuran Galaxy S26, sebuah kabar “kebocoran fisik” mendadak ramai diperbincangkan. Seorang YouTuber teknologi mengklaim sudah memegang Galaxy S26 Ultra lebih cepat, lalu memamerkan foto serta beberapa detail fitur yang disebut belum resmi diumumkan.
Pada 22 Februari, YouTuber Sahil Karoul mengunggah konten di X dan Instagram. Ia menyebut unit Galaxy S26 Ultra didapatkan di Dubai. Dalam unggahannya, ponsel tampak difoto dari beberapa sudut, termasuk perbandingan dengan perangkat lain seperti iPhone 17 Pro Max dan Galaxy S25 Ultra yang disebut dalam kondisi rusak.
Dari sisi desain, bocoran itu menampilkan perubahan yang dinilai tidak drastis dibanding generasi sebelumnya. Model berwarna putih terlihat menonjol, sementara beberapa foto memperlihatkan posisi stylus S Pen saat dimasukkan kembali ke bodi ponsel yang dianggap “agak janggal” oleh sebagian warganet.
Salah satu poin yang kembali disorot adalah S Pen yang dikabarkan tidak lagi memiliki Bluetooth. Ini selaras dengan narasi bahwa Samsung telah menghapus fitur Bluetooth pada S Pen sejak tahun lalu, sehingga fungsi kendali jarak jauh seperti memotret, memindah slide presentasi, atau melakukan Air Actions lewat koneksi nirkabel tidak lagi tersedia.
Di luar itu, bagian yang paling menarik perhatian adalah demonstrasi fitur “Privacy Display” dari Samsung. Dalam tayangan yang beredar, ketika fitur ini diaktifkan, layar tampak menggelap ketika dilihat dari sudut tertentu—mirip efek pelindung layar anti-intip yang biasa dipakai untuk menjaga privasi di tempat umum.
Belum jelas apakah fitur tersebut bisa diterapkan pada area tertentu saja atau wajib berlaku untuk seluruh panel. Dari konten yang sempat beredar, Privacy Display terlihat bekerja pada satu layar penuh. Namun, beberapa pengamat mengingatkan bahwa efek yang tertangkap kamera dapat berbeda dengan pengalaman langsung, sehingga perlu verifikasi lebih jauh.
Menariknya, tidak lama setelah heboh, banyak gambar dan video pada unggahan tersebut dilaporkan dilindungi hak cipta dan kemudian dihapus. Hal ini membuat diskusi makin panas, karena sebagian orang menafsirkan penghapusan sebagai sinyal bahwa materi memang “terlalu dini” atau sensitif.
Samsung sendiri disebut akan merilis seri Galaxy S26 dalam acara Unpacked pada 25 Februari, dengan jadwal tayang yang berbeda tergantung zona waktu. Peluncuran ini diperkirakan menjadi lini flagship Samsung untuk 2026, dengan fokus pada peningkatan layar, performa, serta fitur keamanan.
Dari sisi spesifikasi, rumor yang beredar menyebut ponsel akan membawa prosesor generasi baru, layar AMOLED dengan refresh rate tinggi, sistem kamera yang ditingkatkan, serta fitur AI yang membantu fotografi dan optimasi kinerja. Ada juga ekspektasi peningkatan daya tahan baterai dan kecepatan pengisian dibanding pendahulunya.
Walau begitu, karena informasi yang beredar berasal dari unggahan tidak resmi, rincian final tetap harus menunggu pengumuman Samsung. Bocoran semacam ini sering memberi gambaran awal, tetapi perubahan bisa terjadi pada konfigurasi, fitur yang aktif di versi rilis, maupun kebijakan regional pada saat perangkat resmi dijual.






