Kemenangan 5-2 Liverpool atas West Ham di pekan ke-28 Liga Premier bukan hanya penting dari sisi hasil, tetapi juga menghadirkan catatan unik. Tiga gol dari situasi tendangan sudut dalam laga tersebut memperpanjang tren produktivitas Liverpool dari bola mati ke level rekor.
Menurut data yang disebut dalam laporan pertandingan, Liverpool kini mencatat tujuh gol beruntun dari situasi bola mati, tidak termasuk penalti. Rangkaian gol tersebut berasal dari tendangan sudut maupun tendangan bebas langsung, sesuatu yang disebut belum pernah terjadi sebelumnya di era Premier League.
Sebelum menghadapi West Ham, Liverpool sudah lebih dulu mencetak gol-gol dari set-piece dalam beberapa pertandingan. Ketajaman ini membuat tim asuhan Arne Slot terlihat jauh lebih berbahaya saat mendapat peluang bola mati dibandingkan periode sebelumnya.
Dalam laga di Anfield, Hugo Ekitike membuka skor dari situasi yang berawal dari tendangan sudut. Liverpool lalu terus menekan dan memaksimalkan momentum, termasuk melalui gol Alexis Mac Allister dan sundulan Virgil van Dijk yang juga lahir dari skema bola mati.
Virgil van Dijk kembali mencuri perhatian lewat golnya yang menambah koleksi gol Premier League sebagai bek tengah. Catatan tersebut membuatnya semakin menonjol dalam daftar bek paling produktif, sekaligus menunjukkan nilai tambah Liverpool dalam duel udara dan situasi set-piece.
Liverpool juga disebut menjadi klub kedua di Premier League yang mampu mencetak tiga gol dari sepak pojok dalam babak pertama, setelah Manchester United pernah melakukannya. Catatan ini mempertegas betapa efektifnya “senjata bola mati” Liverpool dalam laga tersebut.
Menariknya, performa ini berbanding terbalik dengan citra Liverpool di fase sebelumnya, ketika mereka sempat dianggap rapuh dalam menghadapi situasi bola mati. Kini, tim Anfield justru berubah menjadi salah satu yang paling mematikan dari skema set-piece sepanjang awal 2026.
Selain urusan statistik, kemenangan atas West Ham juga memberi dorongan besar di papan klasemen. Liverpool mengamankan tiga poin penting dan terus menjaga momentum dalam persaingan posisi atas, sambil memperlihatkan identitas permainan yang makin variatif.
Dengan rekor baru dari bola mati, Liverpool menunjukkan bahwa pertandingan bisa dimenangkan bukan hanya lewat open play yang indah, tetapi juga lewat detail latihan dan eksekusi situasi mati. Dalam jadwal padat dan laga ketat, kemampuan seperti ini sering jadi pembeda antara menang biasa dan menang dengan pernyataan tegas.






