Curah hujan tinggi kembali memicu bencana longsor di jalur vital Trans Papua. Dampaknya kali ini tidak kecil: puluhan titik material menutup jalan pada ruas Jayapura–Wamena, membuat arus kendaraan dari dua arah tertahan dan tidak bisa melanjutkan perjalanan.
Data terbaru menyebut sebanyak 103 kendaraan dari berbagai jenis terjebak, baik yang berangkat dari Jayapura maupun dari Wamena. Kendaraan-kendaraan itu tertahan karena terdapat 25 titik longsor yang memutus kelancaran lalu lintas di sepanjang ruas tersebut.
Pejabat pembuat komitmen untuk kerja sama pemerintah dan badan usaha (PPK-KPBU) Jalan Trans Papua Jayapura–Wamena, Febryan Nurdiansyah, menjelaskan bahwa kondisi paling sulit terjadi di wilayah Kabupaten Yalimo. Di area inilah sejumlah kendaraan tidak hanya tertahan, tetapi juga tertimbun material longsoran.
Dari total yang terjebak, tercatat 15 kendaraan masih berada dalam kondisi tertutup longsor. Tim di lapangan bergerak untuk mengevakuasi unit-unit tersebut secara bertahap. Dalam perkembangan yang dilaporkan, lima kendaraan sudah berhasil dikeluarkan, sementara 10 lainnya masih dalam proses evakuasi.
Di tengah situasi itu, kabar baiknya tidak ada korban jiwa. Insiden longsor disebut terjadi pada Sabtu (7/2) dan Minggu (8/2) ketika hujan deras memicu runtuhan di banyak titik. Meski demikian, dampak infrastruktur cukup serius karena satu drainase melintang (cross drain) dilaporkan putus.
Masalah lain yang membuat pemulihan semakin menantang adalah kondisi jembatan. Jembatan Kill dilaporkan hanyut terbawa arus, sehingga konektivitas terputus. Akibatnya, sekalipun material longsor dibersihkan, kendaraan belum bisa meneruskan perjalanan menuju Wamena karena jalur penyeberangan yang krusial belum berfungsi.
Untuk keselamatan, seluruh sopir dan kru kendaraan yang tertahan telah dievakuasi ke camp setelah kendaraan diparkir di area yang dinilai aman. Langkah ini dilakukan untuk menghindari risiko longsor susulan dan memastikan kebutuhan dasar para pengemudi tetap terjangkau.
Upaya pembersihan dilakukan dengan pengerahan besar-besaran alat berat. Total 57 unit alat berat, termasuk ekskavator dan buldoser, diturunkan untuk membuka akses jalan dan mengangkat timbunan material yang menutup badan jalan.
Meski pengerjaan terus berjalan, otoritas lapangan menegaskan bahwa pemulihan penuh masih bergantung pada penanganan jembatan yang putus serta kondisi cuaca. Selama hujan masih tinggi, potensi longsor lanjutan dapat memperlambat proses pembukaan jalan.
Masyarakat yang hendak melintasi ruas Jayapura–Wamena disarankan menunda perjalanan sampai ada kepastian jalur kembali aman, terutama karena hambatan saat ini bukan sekadar tumpukan material, melainkan juga putusnya akses jembatan di titik sungai yang vital.






