Pemerintah Kota Sukabumi melakukan rotasi dan penguatan kepemimpinan sekolah melalui pelantikan puluhan kepala sekolah pada Rabu (18/2/2026). Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki melantik total 86 kepala sekolah yang terdiri dari 11 kepala SMP, 74 kepala SD, dan satu kepala taman kanak-kanak.
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah berlangsung di Gedung Juang. Sejumlah pejabat turut hadir, termasuk Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Agenda ini menjadi penanda arah kebijakan pendidikan kota yang ingin dipercepat meski menghadapi tantangan efisiensi anggaran.
Dalam sambutannya, Ayep Zaki menegaskan pendidikan tetap menjadi prioritas. Ia menyebut indikator kinerja pemerintah daerah mencantumkan pendidikan sebagai salah satu ukuran penting. Karena itu, target peningkatan “indeks pendidikan” menjadi fokus yang harus dipahami oleh seluruh pihak di lingkungan pendidikan Kota Sukabumi.
Ayep menargetkan nilai indeks pendidikan berada di atas 80. Ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan segera menyusun peta jalan, langkah, serta rencana kerja yang terukur untuk mencapai target tersebut. Permintaan itu disampaikan langsung agar progres bisa dipantau dalam waktu dekat.
Menurut Ayep, pemimpin sekolah memegang peran strategis dalam menggerakkan kualitas layanan pendidikan. Ia menekankan kepala sekolah tidak hanya mengurus administrasi, tetapi juga membangun budaya belajar, memastikan lingkungan sekolah mendukung proses pendidikan, dan mendorong peningkatan capaian indikator yang ditetapkan.
Selain menyoroti target indeks, Ayep memberikan perhatian besar pada urusan kebersihan sekolah. Ia menyatakan kebersihan bukan perkara kecil karena berkaitan dengan kesehatan peserta didik, kenyamanan belajar, dan citra sekolah. Ia bahkan menyebut akan memeriksa langsung fasilitas dasar seperti toilet.
Ayep mengingatkan, jika toilet sekolah kotor, tidak ada air, atau kondisi lingkungan sekolah diabaikan, ia tidak segan meminta adanya sanksi. Ia menyebut BKPSDM maupun pimpinan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan diminta mengambil langkah tegas bila ada kepala sekolah yang lalai menjaga kebersihan.
Ketika diwawancara, Ayep menegaskan bahwa pelantikan ini dilakukan melalui proses seleksi. Ia menyebut Pemkot Sukabumi menerapkan manajemen talenta, sehingga penempatan kepala sekolah diklaim mengikuti mekanisme penilaian yang disusun pemerintah daerah.
Bagi Pemkot, perubahan kepemimpinan sekolah diharapkan berpengaruh pada kinerja institusi pendidikan secara keseluruhan. Dengan kepala sekolah baru, pemerintah menargetkan program peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan disiplin, serta perbaikan pengelolaan sarana-prasarana bisa berjalan lebih cepat.
Ke depan, rencana kerja yang diminta wali kota akan menjadi acuan pelaksanaan target indeks pendidikan. Dengan target yang jelas dan pengawasan yang ketat, Pemkot Sukabumi ingin memastikan langkah perbaikan tidak berhenti pada pelantikan semata, tetapi benar-benar terasa di ruang kelas.






