PT MRT Jakarta (Perseroda) menetapkan aturan khusus selama Ramadhan 1447 Hijriah untuk membantu pengguna yang masih berada di perjalanan ketika waktu berbuka tiba. Mulai Kamis, 19 Februari 2026, penumpang diperbolehkan membatalkan puasa di dalam Ratangga maupun area berbayar, tetapi dengan ketentuan yang sangat spesifik.
Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta, Rendy Primartantyo, menjelaskan bahwa yang diizinkan hanya air putih dan buah kurma. Pengguna juga diberi waktu maksimal 10 menit setelah adzan Maghrib untuk membatalkan puasa jika masih berada di dalam kereta atau area berbayar.
Aturan ini dibuat untuk menjaga kenyamanan dan kebersihan ruang publik, sekaligus memberi ruang bagi kebutuhan ibadah penumpang. MRT ingin memastikan kegiatan berbuka tidak mengganggu mobilitas penumpang lain atau menimbulkan sampah dan aroma makanan di dalam kereta.
Karena itu, MRT Jakarta melarang penumpang berbuka dengan minuman selain air putih, seperti teh, kopi, sirup, atau soda. Selain itu, kudapan selain kurma juga tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi di dalam Ratangga atau area berbayar pada momen berbuka.
Rendy menambahkan, penumpang yang sudah sempat membatalkan puasa di area berbayar tetap bisa melanjutkan berbuka di area tidak berbayar. Opsi ini memungkinkan penumpang tetap tertib, misalnya dengan keluar dari paid concourse menuju unpaid concourse untuk melanjutkan konsumsi makanan dan minuman lainnya.
Kebijakan ini juga menegaskan perbedaan area layanan di stasiun. Area berbayar mencakup peron dan beranda peron/paid concourse, sementara area tidak berbayar berada di luar gerbang tiket. Pemahaman ini penting agar penumpang tidak keliru mengira semua area stasiun bisa digunakan untuk makan dan minum.
Sejalan dengan Ramadhan, MRT Jakarta menghadirkan kampanye #MelajuPenuhMakna. Kampanye ini mengajak penumpang memaknai perjalanan bukan sekadar berpindah stasiun, tetapi juga membawa nilai kepedulian dan kebersamaan dalam keseharian.
Rangkaian program Ramadhan MRT Jakarta disebut meliputi konten edukatif, aktivasi digital, promo interaktif, hingga kegiatan berbagi takjil di area stasiun. Selain itu, ada inisiatif sosial seperti buka puasa bersama anak yatim-piatu dan penyandang disabilitas, pembukaan donasi publik, serta penyaluran paket berkah Ramadhan.
Melalui kebijakan berbuka di kereta dan program sosial tersebut, MRT Jakarta berharap pengalaman mobilitas selama Ramadhan tetap nyaman dan tertib. Penumpang juga diajak menjaga ketenangan beribadah di tengah ritme perkotaan yang padat, tanpa mengabaikan aturan ruang publik.
Dengan aturan yang jelas—hanya air putih dan kurma, batas waktu 10 menit, serta pemisahan area berbayar dan tidak berbayar—MRT Jakarta ingin memberi solusi praktis bagi penumpang yang berbuka di perjalanan, sekaligus menjaga kenyamanan seluruh pengguna layanan.






