Amerika Serikat memulai 2026 dengan gelombang penarikan kendaraan yang cukup besar. Namun satu nama menonjol jauh di atas yang lain: Ford. Data yang dirangkum dari otoritas keselamatan lalu lintas AS menunjukkan, hanya dalam dua bulan pertama 2026, Ford sudah “menguasai” peta recall.
Hingga awal Maret 2026, Ford disebut menarik sekitar 7,3 juta kendaraan. Angka ini membuat Ford melampaui semua produsen lain, bahkan jika dibandingkan dengan gabungan beberapa merek yang biasanya rutin masuk daftar recall.
Rekam jejak 2025 juga memperlihatkan pola serupa. Ford menjalankan lebih dari 150 kampanye penarikan sepanjang tahun, dengan total kendaraan terdampak sekitar 6,6 juta unit. Skala itu jauh di atas Toyota dan Lexus yang tercatat sekitar 3,22 juta unit, serta Stellantis sekitar 2,78 juta unit.
Jika ditarik ke persentase kontribusi, Ford dan Lincoln pada dua bulan pertama 2026 disebut menyumbang porsi sangat besar dari total kendaraan yang masuk recall. Di sisi lain, Toyota/Lexus dan Hyundai/Genesis berada di urutan berikutnya, tetapi jaraknya jauh—masing-masing sekitar 8,2% dari total recall, dengan jumlah kampanye yang jauh lebih sedikit dibanding Ford.
Produsen lain seperti BMW, Jaguar/Land Rover, dan Volvo juga muncul dalam daftar, namun kontribusinya lebih kecil. Sementara beberapa merek yang volumenya terbatas—seperti Subaru, Mercedes-Benz, Polestar, atau Lamborghini—tercatat hanya menyumbang porsi minor.
Jumlah kampanye recall industri otomotif AS sepanjang 2026 hingga saat ini disebut sekitar 61 kampanye. Dari total itu, Ford sendiri menyumbang 17 kampanye. Dengan kata lain, secara frekuensi pun Ford berada di puncak, bukan hanya dari sisi jumlah unit kendaraan.
Ada beberapa faktor yang kerap dikaitkan dengan tingginya recall. Pertama, Ford menjual banyak truk dan SUV di Amerika Utara, sehingga “basis kendaraan” yang beredar memang besar. Kedua, perusahaan dinilai makin proaktif dalam mendeteksi potensi masalah lebih awal, termasuk lewat kontrol kualitas yang lebih agresif.
Ketiga, kendaraan modern semakin bergantung pada perangkat lunak, kamera, sistem elektronik, dan layar cerdas. Kompleksitas ini bisa meningkatkan risiko bug atau ketidaksesuaian komponen, dan ketika ditemukan, dampaknya bisa meluas karena satu isu dapat mempengaruhi banyak unit sekaligus.
Salah satu contoh yang dicatat adalah penarikan pada 3 Maret 2026. Dua recall besar disebut mencakup 889.500 unit Ford Escape dan Lincoln Corsair model 2020–2022, serta Lincoln Aviator dan Ford Explorer model 2020–2024. Ada juga penarikan lain yang menyasar ratusan ribu unit model lain, dengan perkiraan tingkat kendaraan terdampak yang sangat tinggi.
Secara total, recall yang diumumkan industri otomotif AS pada 2026 sudah melampaui 10 juta kendaraan. Dan dari angka itu, Ford disebut menyumbang hampir tiga perempat. Bagi konsumen, pesannya jelas: periksa nomor rangka, pantau pengumuman recall resmi, dan segera lakukan perbaikan jika kendaraan masuk daftar. Lebih baik repot sekali di bengkel daripada repot berkali-kali di bahu jalan.






