Honda Tulis Rugi Rp15,7 Miliar Dolar, Strategi EV Berubah Arah

Avatar photo

- Penulis Berita

Senin, 16 Maret 2026 - 11:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Honda

Honda

Honda mengambil langkah besar yang mengejutkan pasar dengan mencatat penurunan nilai sekitar 2,5 triliun yen atau setara US$15,7 miliar terkait restrukturisasi bisnis kendaraan listriknya. Keputusan ini bukan sekadar koreksi akuntansi biasa, tetapi sinyal keras bahwa peta strategi elektrifikasi perusahaan asal Jepang tersebut tengah berubah drastis, khususnya di pasar Amerika Serikat dan China.

Nilai penghapusan aset yang sangat besar itu muncul setelah Honda memutuskan untuk menghentikan tiga proyek mobil listrik yang semula dipersiapkan untuk diproduksi di Amerika Serikat. Tiga model yang terdampak adalah Honda 0 Saloon, Honda 0 SUV, dan Acura RSX. Padahal sebelumnya lini Honda 0 Series sempat dipromosikan sebagai tonggak baru masa depan kendaraan listrik Honda.

Pembatalan ini menjadi pukulan berat karena dilakukan di fase sensitif, yakni ketika investasi besar untuk riset, pengembangan, serta penyiapan kapasitas produksi telah digelontorkan. Beberapa analis menilai keputusan Honda menunjukkan betapa mahalnya biaya berubah arah di industri otomotif, terutama ketika perusahaan sudah telanjur memasang target ambisius di sektor EV.

Salah satu faktor yang disebut memengaruhi keputusan ini adalah melemahnya permintaan mobil listrik di Amerika Serikat. Honda juga menghadapi situasi pasar yang berubah setelah kebijakan subsidi kendaraan listrik di Negeri Paman Sam tidak lagi sekuat sebelumnya. Dalam kondisi seperti itu, bertaruh penuh pada EV justru dinilai bisa memperbesar risiko keuangan.

Alih-alih memaksakan proyek, Honda kini memilih mengalihkan fokus ke kendaraan hybrid di pasar AS. Strategi itu dianggap lebih realistis dalam jangka pendek karena hybrid masih punya permintaan yang sehat, lebih mudah diterima konsumen, dan tidak terlalu bergantung pada infrastruktur pengisian. Boleh dibilang, Honda sekarang seperti orang yang tadinya mau sprint ke masa depan, tapi memilih jalan cepat yang masih ada pegangan.

Masalah Honda tidak berhenti di Amerika. Tantangan yang lebih rumit justru datang dari China, pasar otomotif terbesar di dunia. Honda mengakui kesulitan mengejar laju produsen lokal China yang unggul dalam siklus pengembangan produk yang lebih singkat, biaya lebih efisien, serta kemampuan perangkat lunak dan sistem bantuan berkendara yang terus berkembang cepat.

Data penjualannya di China menunjukkan tantangan itu nyata. Dari total sekitar 677.000 kendaraan yang terjual tahun lalu di pasar tersebut, mobil listrik Honda hanya menyumbang sekitar 17.000 unit atau sekitar 2,5 persen. Angka itu terlalu kecil untuk pasar sebesar China, apalagi ketika pesaing lokal sudah agresif bermain di EV dengan kecepatan inovasi yang jauh lebih tinggi.

Ke depan, restrukturisasi ini bisa membantu Honda merapikan strategi jangka pendek, tetapi pertanyaan besarnya belum hilang: mampukah Honda menutup celah teknologi dengan para pesaing, terutama dari China? Tambahan lagi, masa depan proyek kendaraan listrik Afeela yang dikembangkan bersama Sony juga ikut dipantau. Jadi, penghapusan nilai US$15,7 miliar ini bukan hanya soal rugi besar, melainkan cermin bahwa persaingan EV global makin brutal dan tidak memberi banyak ruang untuk salah langkah.

Berita Terkait

Raksasa Teknologi Huawei hingga Xiaomi Pamer Navigasi AI dan Deteksi Emosi Pengemudi
Registrasi Tesla di California Anjlok 24 Persen Akibat Harga dan Bunga Kredit
BYD Sealion 08 Debut di Beijing SUV Listrik Bongsor Sepanjang 5 Meter
Jaguar Land Rover Recall 170 Ribu SUV Hybrid Akibat Risiko Hilang Tenaga
Krisis Minyak Global Pacu Adopsi Mobil Listrik dan Evaluasi Subsidi Kendaraan
Tesla Percepat Pengembangan Teknologi AI Self Driving yang Semakin Canggih
Raksasa Otomotif BYD China Kini Resmi Salip Produsen Global Penjualan Mobil Listrik
Dominasi Mobil Listrik dan Ratusan Debut Global di Beijing Auto Show 2026

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 19:34 WIB

Registrasi Tesla di California Anjlok 24 Persen Akibat Harga dan Bunga Kredit

Sabtu, 25 April 2026 - 19:34 WIB

BYD Sealion 08 Debut di Beijing SUV Listrik Bongsor Sepanjang 5 Meter

Sabtu, 25 April 2026 - 19:33 WIB

Jaguar Land Rover Recall 170 Ribu SUV Hybrid Akibat Risiko Hilang Tenaga

Sabtu, 25 April 2026 - 19:33 WIB

Krisis Minyak Global Pacu Adopsi Mobil Listrik dan Evaluasi Subsidi Kendaraan

Jumat, 24 April 2026 - 02:08 WIB

Tesla Percepat Pengembangan Teknologi AI Self Driving yang Semakin Canggih

Berita Terbaru

Alternatif Bahan Bakar Selain

Berita

Alternatif Bahan Bakar Selain Pertamina Dex Terbaru 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 20:42 WIB