Pasar mobil hybrid di Vietnam mencatat pertumbuhan positif pada Februari 2026, meski kondisi industri otomotif secara umum masih berfluktuasi. Data terbaru dari VAMA menunjukkan total penjualan mobil hybrid naik menjadi 1.183 unit, sedikit lebih tinggi dibandingkan 1.040 unit pada bulan sebelumnya. Angka ini memberi sinyal bahwa kendaraan elektrifikasi ringan mulai mendapat tempat yang lebih serius di pasar Vietnam.
Meski total pasar tumbuh, performa tiap merek ternyata tidak berjalan seirama. Toyota menjadi salah satu pemain yang paling menikmati momentum pemulihan. Toyota Corolla Cross 1.8HEV tampil sebagai hybrid terlaris pada periode tersebut dengan penjualan 362 unit, sementara Innova Cross HEV juga melonjak menjadi 212 unit.
Model Toyota lain ikut bergerak naik, mulai dari Yaris Cross HEV, Alphard HEV, hingga dua varian hybrid Toyota Camry. Bahkan Corolla Altis 1.8HEV kembali mencatat penjualan setelah sebelumnya nihil. Kenaikan ini memperlihatkan bahwa lini hybrid Toyota mulai mendapatkan napas baru, terutama setelah beberapa penyesuaian harga dan makin luasnya penerimaan pasar.
Honda juga menunjukkan tanda pemulihan, terutama lewat CR-V e:HEV. Setelah sempat tidak menjual unit pada awal tahun, versi hybrid CR-V membukukan 194 kendaraan pada Februari. Sementara itu, HR-V e:HEV RS dan Civic e:HEV RS masih mencatat penjualan, meski dalam angka yang lebih kecil masing-masing 38 unit dan 22 unit.
Di sisi lain, Suzuki justru mengalami penurunan yang cukup tajam. Suzuki XL7 Hybrid yang sebelumnya menjadi salah satu model hybrid paling kuat harus turun ke 156 unit dari 427 unit pada laporan terdahulu. Dua model lain, Suzuki Fronx dan Suzuki Swift, juga sama-sama melemah. Jadi, kalau pasar hybrid Vietnam diibaratkan pesta, tidak semua merek pulang sambil bawa kue.
Salah satu faktor yang membantu pasar hybrid tetap tumbuh adalah kebijakan insentif pajak konsumsi khusus yang mulai berlaku sejak Januari 2026. Kebijakan ini membuat sejumlah model hybrid yang memenuhi syarat mendapat tarif pajak lebih rendah, yakni sekitar 70 persen dari tarif kendaraan sejenis berbahan bakar konvensional. Efeknya langsung terasa pada harga jual beberapa model.
Toyota dan Honda termasuk yang cepat merespons lewat penyesuaian harga. Toyota Innova Cross HEV misalnya turun ke sekitar 960 juta dong, Yaris Cross HEV juga ikut lebih murah, begitu pula lini Camry hybrid. Honda CR-V e:HEV RS dan HR-V e:HEV RS turut mengalami koreksi harga, membuat selisih antara varian bensin dan hybrid menjadi makin tipis.
Dalam konteks pasar Vietnam yang masih didominasi mobil bermesin bakar, hybrid dipandang sebagai jembatan penting menuju elektrifikasi penuh. Konsumen yang belum siap beralih ke mobil listrik murni mendapat alternatif yang lebih mudah diterima. Dengan harga yang mulai lebih kompetitif, dukungan kebijakan pajak, dan makin banyak pilihan model, jalan mobil hybrid di Vietnam tampak semakin terbuka lebar, walaupun persaingan antarmerek tetap penuh tikungan tajam.






