WhatsApp Luncurkan “Strict Account Settings” untuk Tangkal Serangan Siber Canggih

Avatar photo

- Penulis Berita

Rabu, 28 Januari 2026 - 14:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WhatsApp

WhatsApp

Di tengah tantangan hukum terkait privasi yang dihadapi Meta, WhatsApp resmi mulai menggulirkan fitur keamanan tingkat tinggi untuk melindungi penggunanya dari serangan siber yang ditargetkan. Fitur ini disebut sebagai “Strict Account Settings” (Pengaturan Akun Ketat), sebuah mode lanjutan yang dirancang khusus bagi pengguna dengan profil risiko tinggi, seperti jurnalis, aktivis, dan tokoh publik, guna mengurangi paparan terhadap ancaman digital yang canggih.

Meskipun enkripsi end-to-end tetap menjadi standar utama bagi lebih dari 3 miliar pengguna, WhatsApp mengakui adanya kebutuhan perlindungan ekstra bagi segelintir pengguna yang mungkin menjadi target serangan “jarang namun sangat mutakhir”. Perilisan fitur ini akan dilakukan secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan.

Otomatisasi Perlindungan Maksimal

Saat pengguna mengaktifkan mode Strict Account Settings, sistem akan secara otomatis meningkatkan berbagai parameter keamanan ke level tertinggi:

  • Blokir Media Tak Dikenal: WhatsApp akan menghentikan pengunduhan otomatis untuk file multimedia dan lampiran dari pengirim yang tidak terdaftar di kontak.

  • Filter Panggilan & Pesan: Panggilan dari nomor tidak dikenal akan disenyapkan secara otomatis, dan sistem akan membatasi volume pesan masuk dari kontak yang tidak dikenal.

  • Privasi Metadata: Pratinjau tautan (link previews) akan dinonaktifkan. Selain itu, informasi pribadi seperti foto profil, status online, “info”, dan waktu kunjungan terakhir hanya akan dapat dilihat oleh daftar kontak.

  • Keamanan Akun: Verifikasi dua langkah (2FA) dan notifikasi keamanan akan diaktifkan secara default.

Penting untuk dicatat bahwa pengaturan ini hanya dapat diubah melalui perangkat utama dan tidak berlaku melalui perangkat tertaut seperti WhatsApp Web atau versi desktop. Pengguna dapat mengaktifkan fitur ini melalui jalur Setelan > Privasi > Lanjutan.

Selain fitur di sisi pengguna, WhatsApp melakukan perombakan besar pada infrastruktur teknisnya melalui proyek yang disebut sebagai “Kaleidoscope”. WhatsApp kini beralih dari bahasa pemrograman C++ ke Rust untuk mengelola perpustakaan yang menganalisis file media (gambar, video, dan dokumen) sebelum dibuka di perangkat pengguna.

Langkah ini diambil untuk meminimalkan risiko kerentanan manajemen memori yang sering dieksploitasi oleh peretas. Sekitar 160.000 baris kode C++ telah digantikan oleh 90.000 baris kode Rust yang lebih efisien dan aman. Sistem “Kaleidoscope” ini akan melakukan pemeriksaan struktural pada setiap file guna mendeteksi ekstensi yang mencurigakan atau jenis file berisiko tinggi seperti PDF dengan konten tertanam (embedded content).

Langkah proaktif ini hadir di saat Meta sedang berjuang melawan gugatan hukum yang menuduh perusahaan memberikan informasi menyesatkan tentang privasi data. Meskipun menghadapi tekanan hukum, kepala WhatsApp, Will Cathcart, menegaskan bahwa perusahaan akan terus membela hak privasi pengguna di seluruh dunia.

Berita Terkait

Raksasa Teknologi Huawei hingga Xiaomi Pamer Navigasi AI dan Deteksi Emosi Pengemudi
Tesla Percepat Pengembangan Teknologi AI Self Driving yang Semakin Canggih
Platform X Gencarkan Integrasi AI dan Inovasi Monetisasi Konten Bagi Kreator
SpaceX Terus Pacu Uji Coba Starship demi Ambisi Eksplorasi Antariksa Masa Depan
Terobosan AI Multimodal Generasi Baru Integrasikan Teks Gambar Video dan Suara
Teknologi AI Terbaru Kini Makin Real-Time dan Mampu Bertindak Secara Otomatis
NVIDIA Dominasi Pasar GPU AI Saat TSMC Genjot Produksi Chip 2nm
Meta Kembangkan Teknologi AI Generatif Konten Otomatis dan Avatar Digital Canggih
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 02:08 WIB

Tesla Percepat Pengembangan Teknologi AI Self Driving yang Semakin Canggih

Jumat, 24 April 2026 - 02:07 WIB

Platform X Gencarkan Integrasi AI dan Inovasi Monetisasi Konten Bagi Kreator

Jumat, 24 April 2026 - 02:07 WIB

SpaceX Terus Pacu Uji Coba Starship demi Ambisi Eksplorasi Antariksa Masa Depan

Jumat, 24 April 2026 - 01:56 WIB

Terobosan AI Multimodal Generasi Baru Integrasikan Teks Gambar Video dan Suara

Jumat, 24 April 2026 - 01:55 WIB

Teknologi AI Terbaru Kini Makin Real-Time dan Mampu Bertindak Secara Otomatis

Berita Terbaru

Alternatif Bahan Bakar Selain

Berita

Alternatif Bahan Bakar Selain Pertamina Dex Terbaru 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 20:42 WIB