Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Menyambut Idulfitri, Pemerintah Kota Bandung menyiapkan 2.124 titik pelaksanaan Salat Id di seluruh wilayah kota agar jemaah dapat beribadah lebih tertib dan tidak menumpuk di satu lokasi.
Rincian titik tersebut tersebar di 30 kecamatan, terdiri dari 1.525 masjid dan 599 titik lapangan. Pemkot memproyeksikan jumlah ini dapat menampung antusiasme warga yang ingin salat berjemaah, termasuk di lokasi-lokasi yang biasanya menjadi magnet massa.
Beberapa tempat ikonik diperkirakan kembali ramai, seperti kawasan Masjid Raya Al Jabbar dan Masjid Agung Bandung. Lokasi lain yang sering dipadati jemaah karena akses strategis juga mencakup Masjid Pusdai Jawa Barat dan area sekitar Gedung Sate.
Untuk pelaksanaan tingkat kota, Salat Id akan dipusatkan di Plaza Balai Kota Bandung. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dijadwalkan ikut salat berjemaah bersama jajaran OPD, unsur kewilayahan, serta Forkopimda.
Di tingkat wilayah, pelaksanaan salat juga menjangkau lingkungan permukiman, termasuk masjid, halaman perkantoran, lapangan, bahkan ruas jalan tertentu yang disepakati warga. Pemkot mengimbau masyarakat memilih lokasi terdekat agar arus jemaah lebih merata, sekaligus menjaga ketertiban dan kebersihan selama ibadah.
Untuk mendukung kelancaran, Pemkot juga menyiagakan petugas kebersihan di berbagai titik. Harapannya, Idulfitri berlangsung khidmat, lalu kota tetap bersih—karena kemenangan itu lebih lengkap kalau tidak meninggalkan “oleh-oleh” sampah di lapangan.






