BMW menyiapkan lompatan besar untuk generasi kendaraan listrik berikutnya. Produsen asal Jerman itu menyebut model-model baru yang akan dibuka oleh iX3 generasi terbaru dan sedan i3 bakal membawa peningkatan menyeluruh dalam hal jarak tempuh, efisiensi, performa, dan kecepatan pengisian daya. Fokus utamanya jelas: menjawab dua kegelisahan klasik pengguna EV, yaitu baterai cepat habis dan waktu isi daya yang terasa lama.
Landasan perubahan ini terletak pada platform Neue Klasse serta sistem penggerak listrik generasi keenam BMW yang kini disebut sudah sepenuhnya dikembangkan. Salah satu perubahan paling menonjol hadir di sektor baterai. BMW meninggalkan sel berbentuk kotak dan beralih ke baterai silinder yang mereka kembangkan sendiri, dengan diameter 46 mm dan tinggi sekitar 95 mm.
Teknologi sel baru ini diklaim memberikan kepadatan energi lebih tinggi berkat material internal yang dioptimalkan dan sistem pengendalian termal yang lebih baik. BMW juga mengubah struktur paket baterai dengan menghapus konfigurasi kelompok perantara, lalu menumpuk sel langsung ke dalam paket besar yang sekaligus terintegrasi sebagai bagian dari lantai kendaraan. Hasilnya, baterai berkapasitas 108,7 kWh disebut mampu meningkatkan kepadatan energi sekitar 20 persen sambil menghemat ruang.
Di sisi motor listrik, BMW tetap mempertahankan motor sinkron eksternal untuk satu atau dua gandar, namun kini menambahkan motor induksi pada gandar depan. Menurut perusahaan, motor jenis ini lebih ringan, lebih ringkas, dan lebih murah diproduksi, namun tetap mampu memberi efisiensi kerja yang baik. Pendekatannya sederhana: bikin sistem lebih hemat tanpa membuat performa ikut “diet terlalu ekstrem.”
BMW juga memakai inverter berbahan silikon-karbida untuk mengurangi kehilangan energi. Secara keseluruhan, perusahaan mengklaim pembangkit listrik baru ini mampu memangkas kehilangan energi hingga 40 persen, menurunkan biaya produksi 20 persen, dan mengurangi volume sistem sekitar 10 persen dibanding generasi sebelumnya.
Sorotan terbesar tentu ada pada kecepatan pengisian. BMW mengumumkan arsitektur listrik 800V yang mendukung pengisian cepat DC hingga 400 kW. Dalam kondisi ideal, sistem ini memungkinkan kendaraan menambah jarak tempuh sampai sekitar 370 kilometer hanya dalam 10 menit. Klaim ini jelas sangat agresif dan menjadi salah satu amunisi utama BMW untuk bersaing di pasar EV generasi baru.
Bukan hanya perangkat keras, BMW juga menyentuh sisi perangkat lunak. Aplikasi MyBMW akan diperbarui agar bisa memberikan informasi lebih akurat terkait kecepatan pengisian di stasiun tertentu, memprediksi waktu pengisian, memperkirakan biaya, hingga mempermudah proses pembayaran. Aplikasi ini juga akan menyesuaikan posisi kendaraan terhadap titik colokan yang sebenarnya, sehingga pengalaman pengisian jadi lebih efisien.
BMW menyebut fitur-fitur digital baru itu akan tersedia untuk seluruh pengguna mobil listrik BMW pada 2026. Selain itu, seluruh lini Neue Klasse juga bakal mendukung pengisian dua arah. Mobil dapat menyuplai daya 3.600 watt melalui splitter pada port pengisian, bahkan hingga 19,2 kW untuk rumah jika terhubung ke sistem home charging yang sesuai.
Di Jerman, BMW juga akan membuka fitur vehicle-to-grid lebih dulu. Pengguna bisa mengirim sebagian energi baterai kembali ke jaringan listrik dan berpotensi memperoleh manfaat sekitar 250 euro per tahun, tentu dengan batas minimal baterai yang dapat diatur sendiri. Jika dikombinasikan dengan efisiensi baterai, motor, inverter, dan aerodinamika, BMW memperkirakan iX3 baru bisa mencatat konsumsi energi sekitar 15,1 kWh per 100 km. Untuk sebuah SUV listrik, angka ini terdengar cukup menjanjikan dan menjadi sinyal bahwa BMW ingin membuat EV masa depannya lebih cepat, lebih pintar, dan lebih masuk akal dipakai sehari-hari.






