Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pascalibur Idulfitri di Kabupaten Batang. Namun, di balik kembalinya riuh siswa ke lingkungan sekolah, ada satu hal yang belum berjalan di hari perdana, yakni program Makan Bergizi Gratis. Program yang dikelola Satuan Pelayanan Makan Bergizi itu masih ditunda sehari karena dapur-dapur sekolah disebut masih berada dalam tahap persiapan teknis.
Kepala SDN Proyonanggan Selatan 3, Esti Yuni Partiwi, menjelaskan bahwa distribusi makan bergizi direncanakan baru dimulai serentak untuk seluruh siswa pada hari berikutnya. Karena itu, aktivitas di hari pertama lebih difokuskan pada agenda penyambutan dan silaturahmi, bukan kegiatan belajar formal ataupun distribusi program makanan seperti yang dinanti banyak pihak.
Di sekolahnya, tradisi halalbihalal menjadi pembuka utama setelah kurang lebih dua minggu libur Lebaran. Para siswa dan guru saling berjabat tangan, bersalaman, dan mempererat kembali hubungan yang sempat terjeda oleh libur panjang. Sekolah yang sebelumnya sunyi mendadak kembali hidup oleh tawa, antrean salam, dan suasana akrab yang sulit ditemukan di hari-hari biasa.
Menurut Esti, momen saling memaafkan ini penting sebagai fondasi untuk memulai kembali kegiatan sekolah dengan suasana yang lebih positif. Ia melihat hari pertama bukan hanya soal absensi dan pengaturan kelas, tetapi juga tentang membangun kembali ritme emosional siswa setelah mereka lama berada di rumah dan kampung halaman masing-masing.
Kegiatan silaturahmi rupanya tidak berhenti di lingkungan sekolah. Setelah memberikan arahan singkat di kelas, para guru juga melanjutkan tradisi nyambung seduluran dengan sowan ke sesepuh, lurah, dan koordinator wilayah. Jadi, hari pertama masuk sekolah benar-benar dipakai untuk mempererat hubungan sosial, bukan langsung dibuka dengan tumpukan materi pelajaran. Jujur saja, untuk hari pertama setelah libur panjang, itu terdengar lebih manusiawi daripada langsung dihajar tugas.
Meski suasana cenderung santai dan penuh canda, pihak sekolah tetap menyisipkan pesan penting agar siswa segera kembali ke mode belajar. Esti menegaskan bahwa masa liburan telah selesai dan tantangan akademik sudah menunggu, terutama bagi siswa kelas 6. Ia mengingatkan bahwa mulai esok hari mereka harus menghadapi Asesmen Sumatif Akhir Tahun selama satu minggu ke depan.
Artinya, hari pertama memang diberi ruang untuk transisi, tetapi masa santainya tidak akan lama. Sekolah ingin memastikan bahwa kehangatan silaturahmi tetap berjalan, namun kesadaran akademik juga segera dinyalakan kembali. Bagi siswa kelas akhir, pesan itu jelas: habis ketawa-ketawa hari ini, besok otaknya sudah harus nyala penuh.
Dengan dimulainya kembali aktivitas sekolah dan rencana berjalannya program Makan Bergizi Gratis pada hari berikutnya, diharapkan semangat belajar siswa di Batang bisa pulih sepenuhnya. Hari pertama mungkin diisi suasana ringan dan penuh salaman, tetapi arah besarnya tetap sama, yakni mengantar siswa kembali masuk ke ritme belajar yang tertib, sehat, dan siap menghadapi agenda sekolah berikutnya.






