Prabowo Disambut Lee Jae Myung di Blue House dalam Kunjungan Kenegaraan

Avatar photo

- Penulis Berita

Rabu, 1 April 2026 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prabowo Disambut Lee Jae Myung di Blue House dalam Kunjungan Kenegaraan

Prabowo Disambut Lee Jae Myung di Blue House dalam Kunjungan Kenegaraan

Presiden Prabowo Subianto mendapat sambutan resmi dari Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung saat tiba di Blue House, Seoul, Rabu pagi, 1 April 2026. Momen penyambutan itu menjadi pembuka rangkaian kunjungan kenegaraan Prabowo di Korea Selatan yang diharapkan mempererat hubungan kedua negara di berbagai bidang strategis.

Setibanya kendaraan Presiden Prabowo di kompleks Blue House sekitar pukul 10.30 waktu setempat, Presiden Lee sudah menunggu tepat di depan pintu utama. Keduanya langsung bersalaman lalu saling berpelukan sebelum berjalan bersama menuju lokasi upacara penyambutan. Gambaran ini menunjukkan bahwa pertemuan tersebut dikemas dengan nuansa hangat dan penuh penghormatan diplomatik.

Prosesi resmi kemudian dimulai dengan pengumandangan lagu kebangsaan Korea Selatan, disusul lagu Indonesia Raya. Setelah itu, kedua kepala negara berjalan mengelilingi barisan pasukan penghormatan Korea Selatan. Tahapan semacam ini memang menjadi bagian penting dalam kunjungan kenegaraan, tetapi tetap punya makna simbolis yang kuat karena menandai penghormatan setara antarnegara.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Lee Jae Myung memperkenalkan satu per satu jajaran menterinya kepada Presiden Prabowo. Sebaliknya, Presiden Prabowo juga memperkenalkan para pejabat Indonesia yang ikut mendampinginya dalam lawatan ini. Rombongan Indonesia terdiri dari Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar RI untuk Korea Selatan Cecep Herawan.

Komposisi delegasi tersebut memperlihatkan bahwa kunjungan ini tidak semata bernuansa seremonial, tetapi juga membawa agenda ekonomi, energi, investasi, komunikasi, dan kerja sama sektor strategis lainnya. Dengan kata lain, pertemuan di Blue House kemungkinan besar akan membahas lebih dari sekadar hubungan bilateral umum, melainkan juga peluang konkret yang bisa ditindaklanjuti kedua negara.

Setelah upacara penyambutan selesai, Presiden Prabowo dan Presiden Lee bersama delegasi masing-masing kembali memasuki Blue House untuk melanjutkan agenda resmi. Tahap ini biasanya menjadi ruang pembicaraan yang lebih substantif, di mana pembahasan kerja sama, posisi strategis kawasan, serta penguatan kemitraan bisa dibicarakan lebih mendalam di balik protokol yang ketat.

Kunjungan Prabowo ke Seoul dinilai penting karena hubungan Indonesia dan Korea Selatan selama ini telah berkembang sebagai kemitraan strategis yang mencakup investasi, industri, teknologi, dan pertahanan. Dalam konteks geopolitik Asia yang terus berubah, penguatan hubungan seperti ini punya arti besar. Diplomasi memang sering terlihat rapi dan tenang, tapi di balik jas resmi dan karpet biru itu, biasanya ada banyak kepentingan besar yang sedang dinegosiasikan.

Secara keseluruhan, penyambutan resmi di Blue House menandai awal kunjungan yang sarat makna bagi Indonesia dan Korea Selatan. Harapannya, lawatan ini dapat memperkuat persahabatan kedua negara sekaligus membuka jalan bagi kerja sama yang lebih luas dan saling menguntungkan. Jika agenda-agenda utama berjalan lancar, kunjungan ini bisa menjadi salah satu momen penting dalam babak baru hubungan Jakarta dan Seoul di era pemerintahan yang sekarang.

Berita Terkait

Alternatif Bahan Bakar Selain Pertamina Dex Terbaru 2026
Daya Beli Warga Kota Besar Menurun UMKM Keluhkan Kenaikan Biaya Produksi
Kasus ISPA dan Demam Melonjak Akibat Cuaca Buruk Pemerintah Imbau Pola Sehat
Kegiatan Sekolah dan Ujian Nasional Berjalan Normal di Tengah Dinamika Global
Digitalisasi Pendidikan dan Evaluasi Kurikulum Mulai Diterapkan di Sejumlah Daerah
Kecelakaan Kendaraan Pribadi di Jalur Antar Kota Meningkat Pengendara Wajib Waspada
Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Mulai Berlaku di Tengah Fluktuasi Pangan
Hari Malaria Sedunia 25 April Kembali Soroti Tantangan Kesehatan Global Terbaru

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 20:42 WIB

Alternatif Bahan Bakar Selain Pertamina Dex Terbaru 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 19:19 WIB

Daya Beli Warga Kota Besar Menurun UMKM Keluhkan Kenaikan Biaya Produksi

Sabtu, 25 April 2026 - 19:19 WIB

Kasus ISPA dan Demam Melonjak Akibat Cuaca Buruk Pemerintah Imbau Pola Sehat

Sabtu, 25 April 2026 - 19:19 WIB

Kegiatan Sekolah dan Ujian Nasional Berjalan Normal di Tengah Dinamika Global

Sabtu, 25 April 2026 - 19:18 WIB

Digitalisasi Pendidikan dan Evaluasi Kurikulum Mulai Diterapkan di Sejumlah Daerah

Berita Terbaru

Alternatif Bahan Bakar Selain

Berita

Alternatif Bahan Bakar Selain Pertamina Dex Terbaru 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 20:42 WIB