CEO Nissan Ivan Espinosa akhirnya memberi konfirmasi langsung bahwa generasi baru Nissan GT-R sedang dalam pengembangan. Pernyataan ini menjadi kabar penting bagi penggemar mobil performa tinggi, karena selama beberapa waktu masa depan GT-R hanya berputar di level rumor dan spekulasi.
GT-R sendiri bukan model biasa bagi Nissan. Mobil ini sudah lama menjadi simbol performa dan teknologi Jepang, dengan sejarah hampir enam dekade. Sementara generasi GT-R R35 resmi menutup perjalanan produksinya pada 2024 setelah bertahan selama 17 tahun, warisannya tetap dianggap sebagai bagian penting dari identitas merek.
Espinosa menegaskan bahwa berakhirnya produksi R35 bukan berarti nama GT-R akan hilang. Ia menyebut model tersebut tetap menjadi inti dari DNA Nissan dan akan terus dikembangkan dalam bentuk generasi berikutnya. Bagi perusahaan, GT-R bukan hanya kendaraan performa, tetapi juga representasi kapasitas teknis dan nilai prestise yang mereka bangun selama bertahun-tahun.
Meski belum mengungkap rincian teknis secara lengkap, Espinosa memberi sinyal bahwa GT-R baru akan kembali dengan prestise dan nilai penuh. Hal ini memperkuat dugaan bahwa model berikutnya, yang banyak diperkirakan akan dikenal sebagai GT-R R36, tidak akan hadir sebagai versi yang diturunkan secara karakter, melainkan tetap menjaga reputasi sebagai mobil sport performa tinggi.
Spekulasi soal elektrifikasi juga ikut menguat. Generasi baru GT-R diperkirakan bakal memanfaatkan teknologi elektrifikasi tertentu, menyesuaikan arah industri otomotif global yang bergerak ke kendaraan beremisi lebih rendah. Jika benar demikian, Nissan akan menghadapi tantangan menarik: bagaimana mempertahankan jiwa liar GT-R sambil menyesuaikannya dengan zaman yang makin senyap tapi tetap haus tenaga.
Model sebelumnya, GT-R NISMO R35, dikenal dengan mesin V6 twin-turbo 3,8 liter yang menghasilkan 600 tenaga kuda dan torsi 652 Nm. Karena itu, ekspektasi publik terhadap penggantinya juga cukup tinggi. GT-R baru diharapkan tidak hanya sanggup meneruskan performa pendahulunya, tetapi juga menawarkan lompatan teknologi yang membuatnya tetap relevan dalam era baru kendaraan sport.
Menariknya, pembicaraan dari Nissan tidak berhenti di GT-R. Espinosa juga membuka kemungkinan bahwa perusahaan akan memperluas lini mobil sport mereka di masa mendatang. Rumor lama tentang pengembangan model di bawah Nissan Z hingga kemungkinan kebangkitan nama Silvia kembali mendapat napas baru setelah CEO Nissan menyebut ide tersebut memang ingin ia wujudkan, meski belum ada pengumuman resmi.
Dengan lebih dari 48.000 unit GT-R R35 diproduksi dalam hampir dua dekade terakhir, Nissan jelas punya fondasi besar untuk menjaga kesinambungan warisan mobil sportnya. Sinyal dari pucuk pimpinan perusahaan kini memberi gambaran bahwa masa depan Nissan masih akan sangat dekat dengan model berperforma tinggi. Jadi, bagi penggemar GT-R, kabar ini seperti dengar suara mesin lama kembali hidup: belum semua detailnya jelas, tapi nadanya sudah cukup bikin jantung ikut gaspol.






