Mercedes-Benz mulai menunjukkan langkah serius untuk memperluas portofolio mobil listriknya ke segmen yang lebih terjangkau. Salah satu model yang kini menjadi sorotan adalah C-Class listrik, yang baru pertama kali tertangkap kamera saat menjalani uji jalan. Kehadirannya memberi sinyal bahwa Mercedes tidak ingin terus bertumpu hanya pada model premium seperti EQE atau EQS.
Strategi elektrifikasi Mercedes memang mengarah pada target besar: beralih penuh ke kendaraan listrik pada 2030 di pasar-pasar yang memungkinkan. Dalam peta jalan itu, perusahaan tidak hanya menyasar segmen atas, tetapi juga kategori menengah yang memiliki jangkauan konsumen lebih luas. C-Class listrik diposisikan sebagai bagian penting dari strategi tersebut.
Meski unit prototipe masih tertutup kamuflase, beberapa detail desain sudah mulai terbaca. Lampu depan dan belakang diperkirakan belum final, sementara handle pintu yang terlihat sekarang kemungkinan hanya bersifat sementara. Pada versi produksi nanti, ada peluang Mercedes akan memakai gagang pintu tersembunyi demi meningkatkan aerodinamika dan efisiensi jarak tempuh.
Dari sisi gaya, mobil ini disebut tampil lebih tegas dibanding EQE dan EQS yang terkenal dengan bentuk bodi membulat seperti tetesan air. C-Class listrik justru diprediksi memiliki bahasa desain yang lebih tajam dan lebih mudah diterima pasar umum. Ini menjadi poin penting, karena tidak semua konsumen mobil mewah ingin mobilnya terlihat seperti kapsul masa depan yang baru mendarat dari orbit.
Mobil ini juga diyakini akan memanfaatkan beberapa solusi efisiensi yang sebelumnya muncul di konsep Vision EQXX. Artinya, Mercedes kemungkinan akan menurunkan teknologi penghematan energi dan optimasi performa ke model yang lebih dekat ke pasar massal. Jika benar demikian, C-Class listrik bisa menjadi mobil yang bukan hanya menarik, tetapi juga efisien untuk penggunaan nyata.
Secara ukuran, model ini diperkirakan tidak akan jauh lebih besar dari CLA listrik yang akan meluncur lebih dulu. Meski begitu, keduanya dibangun di atas platform berbeda. C-Class listrik akan memakai arsitektur murni EV baru bernama MB.EA, sedangkan CLA listrik memakai platform MMA yang masih dirancang berbagi dengan model bermesin bensin.
Ketika resmi dirilis nanti, C-Class listrik akan langsung masuk arena yang sudah ditempati BMW i4. Rivalitas ini bakal makin menarik karena BMW juga tengah menyiapkan generasi baru kendaraan listrik berbasis platform Neue Klasse mulai 2025. Dengan begitu, segmen sedan listrik menengah premium berpotensi menjadi salah satu pertarungan paling panas dalam beberapa tahun ke depan.
Soal nama, masih ada tanda tanya. Berdasarkan pola lama, model ini bisa saja memakai nama EQC. Namun banyak sumber menyebut Mercedes berencana perlahan meninggalkan awalan “EQ” untuk model listriknya. Apa pun namanya nanti, satu hal sudah cukup jelas: C-Class listrik tidak hadir sekadar menambah katalog, melainkan sebagai alat tempur penting Mercedes untuk merebut pasar yang lebih luas.






