Arus dana pada ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat menunjukkan tekanan kuat sejak awal 2026. Dalam beberapa pekan terakhir, dana-dana berbasis Bitcoin mencatat penarikan bersih beruntun, sementara minat investor terlihat bergeser ke aset yang dianggap lebih aman seperti emas.
Dalam delapan minggu pertama tahun ini, total arus kas bersih dari ETF terkait Bitcoin disebut mencatat penarikan sekitar 4,5 miliar dolar AS. Arus masuk hanya sekitar 1,8 miliar dolar AS, dan sebagian besar terjadi pada pekan pertama serta pekan ketiga tahun berjalan.
Jika dilihat pada periode lima minggu terakhir saja, penarikan bersih dari ETF Bitcoin mencapai sekitar 3,8 miliar dolar AS. Salah satu minggu terburuk mencatat sekitar 1,49 miliar dolar AS keluar dari sistem ETF Bitcoin secara keseluruhan.
Tekanan serupa juga terjadi pada ETF Ethereum yang mengalami arus modal negatif beruntun. Kondisi ini dinilai bukan sekadar volatilitas jangka pendek, melainkan sinyal bahwa investor institusi mulai mengurangi alokasi ke aset kripto yang diperdagangkan melalui ETF.
Meski sedang mengalami fase penarikan, ETF Bitcoin secara kumulatif sejak peluncuran masih mencatat arus masuk bersih besar, yakni sekitar 53–54 miliar dolar AS. Pada puncak Oktober 2025, angka akumulasi arus masuk bahkan mendekati 63 miliar dolar AS.
Artinya, koreksi arus dana yang terjadi saat ini memang signifikan, tetapi belum sepenuhnya merusak struktur pasar ETF Bitcoin. Meski begitu, arah aliran modal mingguan sangat dipengaruhi oleh pelaku besar, terutama BlackRock melalui produk IBIT.
IBIT disebut menjadi penentu utama tren aliran modal ETF Bitcoin karena menguasai porsi besar volume bersih. Dalam lima minggu terakhir, IBIT sendiri mencatat penarikan sekitar 2,1 miliar dolar AS, sementara produk lain seperti FBTC Fidelity juga mengalami outflow besar.
Namun, IBIT tetap dipandang sebagai pintu utama bagi lembaga keuangan tradisional untuk masuk atau keluar dari Bitcoin. Karena itu, ketika manajer aset besar mulai mengurangi risiko, data arus modal pasar ETF kripto secara keseluruhan cepat berubah negatif.
Analis menilai kondisi ini perlu dibaca dalam konteks makroekonomi dan geopolitik. Ketegangan global, kebijakan ekonomi, serta isu perdagangan membuat investor cenderung memindahkan dana dari aset berisiko tinggi seperti Bitcoin ke aset lindung nilai tradisional seperti emas.
Sejalan dengan itu, ETF emas justru mencatat arus masuk yang kuat dalam beberapa bulan terakhir, termasuk lonjakan besar pada Januari. Pergeseran ini mencerminkan strategi defensif investor yang mengutamakan stabilitas di tengah ketidakpastian pasar dan risiko politik yang meningkat.






