AS Masih Kedatangan Mobil Listrik Baru Meski Penjualannya Sedang Melemah

Avatar photo

- Penulis Berita

Kamis, 2 April 2026 - 10:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AS Masih Kedatangan Mobil Listrik Baru Meski Penjualannya Sedang Melemah

AS Masih Kedatangan Mobil Listrik Baru Meski Penjualannya Sedang Melemah

Pasar mobil listrik Amerika Serikat sedang menghadapi tekanan besar setelah insentif pajak federal dipangkas, tetapi pabrikan otomotif belum menunjukkan tanda-tanda mundur. Di tengah penurunan permintaan yang cukup tajam, sejumlah model kendaraan listrik baru tetap diperkenalkan pada New York Auto Show 2026. Langkah ini menunjukkan bahwa meski penjualan sedang lesu, para produsen masih percaya masa depan elektrifikasi belum selesai.

Pada pameran tersebut, Kia membawa EV3 ke pasar Amerika sebagai model listrik berbiaya lebih rendah yang diharapkan mulai dikirimkan pada akhir tahun. Crossover mungil ini diperkirakan dibanderol mulai sekitar 30.000 dolar AS, menjadikannya salah satu opsi yang diarahkan untuk menjaring konsumen baru. Sementara itu, Subaru ikut memperkenalkan SUV listrik besar bernama Getaway, yang akan menjadi model EV keempat merek itu di AS dan diproyeksikan mulai dijual tahun ini atau tahun depan.

Kehadiran model-model baru itu terjadi di tengah kondisi pasar yang tidak mudah. Penghapusan insentif pajak sebesar 7.500 dolar AS telah memukul minat konsumen secara signifikan. Aliansi industri otomotif besar di AS menyebut kendaraan listrik sempat menyumbang 9,6 persen dari total penjualan pada 2025, namun dalam tiga bulan terakhir turun menjadi sekitar 6,5 persen. Level ini disebut sebagai yang terendah sejak 2022.

Penurunan tersebut membuat banyak petinggi industri bersuara hati-hati. Presiden Nissan untuk kawasan Amerika, Christian Meunier, bahkan menilai permintaan kendaraan listrik saat ini nyaris “menghilang”. Menurutnya, pangsa EV hanya berada di kisaran 7 persen, dan separuhnya sangat bergantung pada program insentif besar. Artinya, pasar belum sepenuhnya tumbuh secara alami, melainkan masih butuh dorongan eksternal agar terus bergerak.

Meski begitu, ada juga sinyal yang membuat produsen belum sepenuhnya pesimistis. Kenaikan harga bahan bakar belakangan ini mulai memicu minat baru terhadap mobil listrik murni. Wakil Presiden Marketing Kia America, Russell Wager, menyebut pasar EV memang akan pulih lebih lambat dari perkiraan awal, tetapi ia yakin pemulihan itu tetap akan datang. Kia memperkirakan pasar bisa kembali ke level sebelumnya dalam tiga sampai empat tahun ke depan.

Di sisi lain, banyak perusahaan otomotif memilih strategi yang lebih realistis. Mereka tidak lagi hanya bertumpu pada mobil listrik murni, tetapi juga memperkuat lini hybrid. Hyundai, misalnya, mengakui bahwa penjualan EV lebih kuat di wilayah dengan harga bensin tinggi seperti California. Namun perusahaan kini menambah produksi kendaraan hybrid sebagai penyeimbang, alih-alih hanya bertaruh penuh pada EV. Hyundai memperkirakan pangsa pasar EV ke depan berada di kisaran 10 hingga 15 persen, bukan melonjak drastis seperti prediksi optimistis sebelumnya.

General Motors juga mengambil langkah penting dengan menghidupkan kembali Chevrolet Bolt EV setelah sempat dihentikan pada 2023. Model itu akan hadir lagi dengan harga mulai sekitar 27.600 dolar AS. Sementara Toyota menegaskan tetap akan meluncurkan setidaknya tiga model listrik baru di AS tahun ini. Menurut pimpinan Toyota Motor Amerika Utara, kenaikan harga bensin masih bisa menjadi faktor yang mendorong pelanggan beralih ke kendaraan listrik, meski pertumbuhannya tak lagi dibantu insentif sebesar dulu.

Secara keseluruhan, industri kendaraan listrik Amerika kini sedang diuji oleh perubahan kebijakan dan realitas pasar yang lebih keras. Pemerintahan Donald Trump telah mengambil langkah-langkah yang lebih mendukung kendaraan bermesin pembakaran internal, sekaligus mengurangi dorongan untuk EV. Meski begitu, peluncuran model-model baru di New York Auto Show menunjukkan satu hal penting: para produsen masih percaya mobil listrik akan tetap memainkan peran besar di masa depan, hanya saja jalannya kini terlihat lebih berliku daripada yang dulu dibayangkan.

Berita Terkait

Raksasa Teknologi Huawei hingga Xiaomi Pamer Navigasi AI dan Deteksi Emosi Pengemudi
Registrasi Tesla di California Anjlok 24 Persen Akibat Harga dan Bunga Kredit
BYD Sealion 08 Debut di Beijing SUV Listrik Bongsor Sepanjang 5 Meter
Jaguar Land Rover Recall 170 Ribu SUV Hybrid Akibat Risiko Hilang Tenaga
Krisis Minyak Global Pacu Adopsi Mobil Listrik dan Evaluasi Subsidi Kendaraan
Tesla Percepat Pengembangan Teknologi AI Self Driving yang Semakin Canggih
Raksasa Otomotif BYD China Kini Resmi Salip Produsen Global Penjualan Mobil Listrik
Dominasi Mobil Listrik dan Ratusan Debut Global di Beijing Auto Show 2026

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 19:34 WIB

Registrasi Tesla di California Anjlok 24 Persen Akibat Harga dan Bunga Kredit

Sabtu, 25 April 2026 - 19:34 WIB

BYD Sealion 08 Debut di Beijing SUV Listrik Bongsor Sepanjang 5 Meter

Sabtu, 25 April 2026 - 19:33 WIB

Jaguar Land Rover Recall 170 Ribu SUV Hybrid Akibat Risiko Hilang Tenaga

Sabtu, 25 April 2026 - 19:33 WIB

Krisis Minyak Global Pacu Adopsi Mobil Listrik dan Evaluasi Subsidi Kendaraan

Jumat, 24 April 2026 - 02:08 WIB

Tesla Percepat Pengembangan Teknologi AI Self Driving yang Semakin Canggih

Berita Terbaru

Alternatif Bahan Bakar Selain

Berita

Alternatif Bahan Bakar Selain Pertamina Dex Terbaru 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 20:42 WIB