Audi tengah mempersiapkan Q9 sebagai SUV paling mewah dalam portofolio masa depan, sekaligus model yang secara tidak langsung diproyeksikan menggantikan peran flagship A8. Model tiga baris ini disebut berpeluang debut pada akhir 2026 dengan fokus pasar Amerika Utara, China, dan Timur Tengah—serta tetap dibuka untuk penjualan di Inggris.
CEO Audi Gernot Döllner menyebut Q9 akan memperkuat posisi Audi di Amerika Serikat dan “mendefinisikan ulang” segmen high-end mereka. Pernyataan ini menegaskan arah Audi yang kian serius bermain di SUV premium besar, segmen yang selama ini didominasi nama-nama seperti Mercedes-Benz GLS dan BMW X7.
Menurut laporan, Audi Q9 akan menawarkan konfigurasi 7 kursi, atau opsi 6 kursi dengan kursi baris belakang yang lebih mewah. Skema enam kursi biasanya identik dengan captain seat yang lebih lega, menargetkan konsumen yang mengejar kenyamanan level “kelas bisnis” di darat.
Q9 juga disebut menjadi salah satu dari dua model yang direncanakan meluncur pada akhir tahun, bersama E-tron A2. Namun, detail teknis Q9 masih minim. Yang mulai mengemuka adalah kemungkinan penggunaan arsitektur PPC milik Volkswagen Group, yang membuka opsi powertrain beragam.
Portofolio mesin yang berpotensi hadir termasuk mesin bensin V8 4.0 liter turbo—jenis yang digunakan pada model seperti SQ8 dan RS Q8. Di dalam grup, berbagi platform merupakan hal lazim, dan Q9 diperkirakan tidak menjadi pengecualian.
Model ini juga diyakini akan punya keterkaitan platform dengan SUV Porsche 7-kursi (kode K1) yang kabarnya mengusung opsi mesin V6 dan V8. Jika benar, kita akan melihat “perang saudara premium” yang sehat di bawah satu payung teknologi: Audi menawarkan kemewahan modern, Porsche menekankan rasa sporty, dan pembeli tinggal memilih sesuai selera.






