Persaingan SUV besar di kisaran harga lebih dari Rp2 miliar kembali menarik perhatian setelah hadirnya dua opsi yang punya pendekatan berbeda: Mazda CX-90 2.5 PHEV dan Volkswagen Teramont X. Keduanya sama-sama tampil sebagai kendaraan keluarga premium berukuran besar, namun karakter yang ditawarkan tidak benar-benar serupa. Satu menonjolkan teknologi plug-in hybrid dan citra Jepang, sedangkan satu lagi mengandalkan mesin bensin turbo dengan rasa berkendara khas Volkswagen.
Mazda CX-90 2.5 PHEV dipasarkan dengan harga sekitar Rp2,479 miliar dan didatangkan dari Jepang. Di sisi lain, Volkswagen Teramont X dibanderol lebih rendah di kisaran Rp2,168 miliar dengan status impor dari China. Selisih harga yang cukup lebar ini otomatis membuat pembeli bertanya-tanya: apakah teknologi hybrid Mazda layak dibayar lebih mahal, atau justru Teramont X menawarkan nilai yang lebih rasional?
Dari sisi performa, CX-90 membawa paket yang lebih modern. SUV ini memakai mesin bensin 2.5 liter yang dipadukan dengan sistem plug-in hybrid, menghasilkan tenaga gabungan hingga 323 hp dan torsi 500 Nm. Tenaga itu disalurkan melalui transmisi otomatis 8 percepatan baru. Angka ini jauh di atas Teramont X yang mengandalkan mesin bensin murni 2.0 TSI turbo dengan tenaga 220 hp dan torsi 350 Nm.
Meski kalah di atas kertas, Teramont X tetap punya daya tarik tersendiri. Mesin turbo bensinnya menawarkan kemudahan penggunaan tanpa urusan kabel, colokan, dan waktu isi daya. Buat sebagian orang, ini penting. Tidak semua pemilik mobil premium ingin hidupnya berubah jadi petugas charging station pribadi. Mazda memang bisa melaju sekitar 42 km dalam mode listrik murni, tetapi pengisian baterai tetap memerlukan waktu, sekitar 6 jam 40 menit dengan slow charge dan sekitar 1 jam 30 menit pada pengisian cepat.
Dalam urusan ukuran, Mazda CX-90 juga sedikit lebih besar dengan dimensi 5.100 x 1.994 x 1.736 mm. Volkswagen Teramont X berada di angka 4.915 x 1.990 x 1.720 mm. Keduanya tergolong SUV besar, tetapi CX-90 memberi kesan lebih panjang dan lebih mewah. Mazda juga menyediakan konfigurasi 7 atau 8 kursi, memberi fleksibilitas lebih sesuai kebutuhan keluarga.
Dari sisi penggerak dan rasa berkendara, Mazda menekankan layout mesin longitudinal dan sistem AWD berbasis penggerak belakang yang diklaim memberi keseimbangan ala mobil Eropa premium. Volkswagen membalas dengan sistem 4MOTION generasi baru yang mampu membagi tenaga secara cepat dan cerdas ke roda depan maupun belakang. Jadi, kalau yang dicari adalah stabilitas dan rasa mantap di jalan, keduanya sama-sama punya amunisi.
Masuk ke kabin, CX-90 terasa sangat serius bermain di kelas premium. Layar infotainment 12,3 inci, panel instrumen digital dengan ukuran sama, interior kulit Nappa, kayu asli, panoramic sunroof, audio Bose 12 speaker, kamera 360 derajat, hingga sistem personalisasi pengemudi menjadi nilai jual utama. Teramont X tidak tinggal diam karena menawarkan kluster digital 10,3 inci, layar multifungsi 12 inci, ambient light 30 warna, konektivitas nirkabel, dan kontrol sentuh yang kekinian.
Kesimpulannya, Mazda CX-90 2.5 PHEV lebih cocok bagi pembeli yang mengejar teknologi mutakhir, tenaga besar, kabin mewah, dan efisiensi tambahan dari sistem plug-in hybrid. Sementara itu, Volkswagen Teramont X lebih pas untuk mereka yang ingin SUV besar premium dengan harga lebih rendah, mesin bensin yang simpel, dan fitur modern yang tetap lengkap. Kalau dompet cukup tebal dan suka teknologi, Mazda menggoda. Kalau maunya praktis tanpa ribet colok-colok, Teramont X masih sangat masuk akal.






