Ketahanan baterai mobil listrik kembali menjadi sorotan setelah sedan listrik Xiaomi SU7 dilaporkan masih memiliki kapasitas sekitar 94,5 persen meski telah menempuh jarak lebih dari 265.000 kilometer. Data tersebut berasal dari pengalaman pemilik kendaraan yang menggunakan mobil secara intensif selama 476 hari.
Mobil listrik Xiaomi SU7 Pro RWD tersebut rata-rata digunakan hampir 600 kilometer per hari. Angka ini tergolong tinggi, bahkan jika dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin. Meski demikian, performa baterai tetap stabil dan menunjukkan degradasi yang relatif kecil.
Pemilik kendaraan, Feng, mengaku awalnya memperkirakan kapasitas baterai hanya akan tersisa sekitar 90 persen setelah pemakaian berat. Namun hasil pengujian menunjukkan angka lebih tinggi dari perkiraan, sehingga dianggap cukup mengesankan dalam konteks industri kendaraan listrik.
Secara teknis, paket baterai berkapasitas sekitar 94,3 kWh pada Xiaomi SU7 diperkirakan telah melewati ratusan siklus pengisian. Dalam praktiknya, banyak pengguna kendaraan listrik mengikuti pola pengisian 20–80 persen untuk menjaga umur baterai, sehingga jumlah siklus penuh bisa berbeda dari perhitungan teori.
Jika dibandingkan standar industri global, capaian ini tergolong sangat baik. Sebagian besar produsen kendaraan listrik memberikan garansi baterai sekitar 8 tahun atau 150.000 hingga 160.000 kilometer, dengan batas toleransi penurunan kapasitas sekitar 20–30 persen.
Selain baterai, komponen lain kendaraan juga menunjukkan kondisi minim keausan. Ban masih memiliki kedalaman tapak mendekati spesifikasi baru, sementara bantalan rem dilaporkan belum perlu diganti, menandakan efisiensi sistem pengereman regeneratif mobil listrik.
Pemilik kendaraan bahkan menargetkan penggunaan hingga 600.000 kilometer dalam tiga tahun. Ia juga mengklaim penghematan biaya bahan bakar mencapai lebih dari 100.000 yuan dibanding penggunaan mobil konvensional dalam periode yang sama.
Sementara itu, Xiaomi disebut tengah bersiap menghadirkan generasi terbaru sedan listrik SU7. Model baru tersebut diperkirakan mulai dipasarkan dalam waktu dekat, dan laporan awal menunjukkan minat pasar cukup tinggi dengan puluhan ribu pemesanan dalam tahap awal penjualan.
Perkembangan ini memperkuat persepsi bahwa teknologi baterai kendaraan listrik semakin matang. Ketahanan yang baik tidak hanya meningkatkan kepercayaan konsumen, tetapi juga berpotensi menekan biaya operasional jangka panjang.






