Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung kembali menjalankan Bazar Murah UTAMA (Bazmut) 2026 sesi kedua di 15 kecamatan pada 2–6 Maret 2026. Program ini menjadi salah satu langkah pengendalian harga menjelang Idulfitri, saat kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat cukup tajam.
Pelaksanaan sesi kedua ini melanjutkan rangkaian bazar yang sebelumnya digelar pada Februari. Fokus utamanya tetap sama, yakni menjaga keterjangkauan bahan pokok bagi warga sekaligus memastikan pasokan di lapangan tetap aman selama periode Ramadan menuju Lebaran.
Dalam bazar ini, masyarakat bisa membeli berbagai komoditas penting dengan harga lebih rendah dibanding harga pasar. Produk yang disediakan mencakup beras SPHP, gula pasir, minyak goreng, daging, serta barang kebutuhan lain. Tidak hanya itu, bazar juga memberi ruang bagi produk UMKM lokal untuk ikut dipasarkan.
Pemkot Bandung menyiapkan skema operasional di setiap titik bazar agar pelayanan lebih tertib. Menurut keterangan yang disampaikan, setiap lokasi akan diisi sekitar 10 tenda penjualan kebutuhan pokok. Skema ini diharapkan membantu pemerataan antrean sekaligus menjaga ketersediaan stok selama kegiatan berlangsung.
Selain fungsi stabilisasi harga, Bazmut 2026 juga diposisikan sebagai titik layanan bagi pelaku usaha mikro. Sejumlah layanan publik dan pendampingan UMKM dihadirkan, seperti pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), akses informasi SIINas, hingga konsultasi bagi UMKM binaan agar lebih siap berkembang.
Jadwal pelaksanaan dibagi per hari dengan tiga lokasi berbeda. Pada 2 Maret, bazar berlangsung di Kecamatan Andir (Taman Tematik), Gedebage (halaman kantor kecamatan), dan Sumur Bandung (depan kantor kecamatan). Pola ini berlanjut pada hari-hari berikutnya agar jangkauan warga lebih merata.
Untuk 3 Maret, titik bazar berada di Astana Anyar, Cibeunying Kaler, dan Bojongloa Kidul. Lalu 4 Maret di Sukasari, Cidadap, dan Cinambo. Pada 5 Maret bazar digelar di Regol, Panyileukan, dan Babakan Ciparay. Penutupan sesi kedua pada 6 Maret berlangsung di Rancasari, Antapani, dan Cicendo.
Keberadaan bazar murah seperti Bazmut memiliki dampak ganda. Di satu sisi, warga terbantu memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Di sisi lain, UMKM lokal mendapat panggung promosi dan peluang transaksi langsung dengan konsumen di wilayah masing-masing kecamatan.
Pemkot Bandung berharap program ini dapat menjaga daya beli masyarakat dan menahan tekanan inflasi daerah menjelang hari raya. Karena jadwalnya tersebar di banyak lokasi, warga disarankan mengecek titik pelaksanaan sesuai kecamatan agar bisa berbelanja hemat sekaligus ikut mendukung pelaku usaha lokal.






