BYD Siapkan Charger 1.500 kW untuk Gebrak Pasar Mobil Listrik Eropa

Avatar photo

- Penulis Berita

Rabu, 18 Maret 2026 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BYD Song Ultra EV

BYD Song Ultra EV

BYD bersiap membawa teknologi pengisian daya super cepat ke Eropa lewat jaringan Flash Charging 2.0 yang diklaim mampu menyuplai daya hingga 1.500 kW. Langkah ini dipandang sebagai bagian penting dari strategi ekspansi internasional perusahaan, terutama untuk memperkuat posisi mereka di pasar kendaraan listrik yang persaingannya makin padat.

Menurut laporan Car News China, peluncuran jaringan tersebut dijadwalkan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. Momentum itu berdekatan dengan rencana kehadiran Denza Z9 GT di Eropa pada awal April. Kombinasi antara peluncuran mobil premium dan infrastruktur pengisian berdaya tinggi menunjukkan bahwa BYD tidak ingin hanya menjual kendaraan, tetapi juga menyiapkan ekosistem yang mendukungnya.

Pada tahap awal, stasiun pengisian ini hanya akan kompatibel dengan kendaraan yang memakai baterai Blade generasi terbaru dan memang dirancang untuk menerima arus pengisian ekstrem. Artinya, tidak semua mobil listrik akan langsung bisa memanfaatkan kapasitas penuh 1.500 kW tersebut. Di atas kertas terdengar seperti roket, tapi tetap harus cocok dulu sama “landasan”-nya.

BYD sebelumnya mengklaim baterai Blade generasi kedua mampu mengisi daya dari 10 persen ke 70 persen hanya dalam lima menit. Untuk rentang 10 persen hingga 97 persen, waktu yang dibutuhkan disebut sekitar sembilan menit. Jika performa ini bisa dihadirkan secara konsisten di Eropa, maka BYD berpotensi mengubah cara konsumen memandang pengisian mobil listrik yang selama ini identik dengan menunggu cukup lama.

Di pasar Eropa sendiri, mayoritas kendaraan listrik saat ini belum bisa menerima daya setinggi itu. Banyak model masih mentok di kisaran 400 kW atau bahkan di bawahnya. Jaringan besar seperti Ionity memang sudah punya ribuan titik pengisian, tetapi umumnya berada di level 350 kW. Sejumlah operator lain mulai mengembangkan charger 600 kW hingga 1.000 kW, namun angka 1.500 kW tetap terdengar sangat agresif.

Jika implementasinya berjalan sesuai rencana, Flash Charging BYD bisa menjadi sistem pengisian publik paling bertenaga yang hadir di Eropa. Itu tentu menjadi nilai jual tersendiri, terutama bagi konsumen yang menuntut kepraktisan tinggi. Waktu isi daya yang makin singkat akan membuat pengalaman menggunakan mobil listrik terasa lebih dekat dengan pola penggunaan kendaraan berbahan bakar konvensional.

Meski demikian, masih ada sejumlah tanda tanya yang akan menentukan keberhasilan langkah ini. Salah satunya adalah apakah daya maksimum 1.500 kW benar-benar bisa dicapai di Eropa seperti di pasar asalnya. Selain itu, belum jelas berapa banyak model BYD atau sub-brand mereka yang akan mendukung sistem ini dalam waktu dekat.

Pada akhirnya, kesuksesan BYD di Eropa tidak akan ditentukan oleh satu angka besar saja, tetapi oleh kombinasi antara kompatibilitas kendaraan, kecepatan ekspansi jaringan, dan penerimaan pasar. Namun satu hal sudah terlihat jelas: BYD tidak datang ke Eropa untuk sekadar ikut meramaikan pasar, melainkan untuk menantang standar pengisian daya yang selama ini dianggap sudah cepat.

Berita Terkait

Raksasa Teknologi Huawei hingga Xiaomi Pamer Navigasi AI dan Deteksi Emosi Pengemudi
Registrasi Tesla di California Anjlok 24 Persen Akibat Harga dan Bunga Kredit
BYD Sealion 08 Debut di Beijing SUV Listrik Bongsor Sepanjang 5 Meter
Jaguar Land Rover Recall 170 Ribu SUV Hybrid Akibat Risiko Hilang Tenaga
Krisis Minyak Global Pacu Adopsi Mobil Listrik dan Evaluasi Subsidi Kendaraan
Tesla Percepat Pengembangan Teknologi AI Self Driving yang Semakin Canggih
Raksasa Otomotif BYD China Kini Resmi Salip Produsen Global Penjualan Mobil Listrik
Dominasi Mobil Listrik dan Ratusan Debut Global di Beijing Auto Show 2026

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 19:34 WIB

Registrasi Tesla di California Anjlok 24 Persen Akibat Harga dan Bunga Kredit

Sabtu, 25 April 2026 - 19:34 WIB

BYD Sealion 08 Debut di Beijing SUV Listrik Bongsor Sepanjang 5 Meter

Sabtu, 25 April 2026 - 19:33 WIB

Jaguar Land Rover Recall 170 Ribu SUV Hybrid Akibat Risiko Hilang Tenaga

Sabtu, 25 April 2026 - 19:33 WIB

Krisis Minyak Global Pacu Adopsi Mobil Listrik dan Evaluasi Subsidi Kendaraan

Jumat, 24 April 2026 - 02:08 WIB

Tesla Percepat Pengembangan Teknologi AI Self Driving yang Semakin Canggih

Berita Terbaru

Alternatif Bahan Bakar Selain

Berita

Alternatif Bahan Bakar Selain Pertamina Dex Terbaru 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 20:42 WIB