BYD Yakin Penjualan Global Tembus 1,5 Juta Unit di Pasar Luar Negeri

Avatar photo

- Penulis Berita

Rabu, 1 April 2026 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Insentif mobil listrik disetop

Insentif mobil listrik disetop

BYD menyatakan keyakinan tinggi bahwa penjualan kendaraan mereka di pasar internasional dapat melampaui 1,5 juta unit pada 2026. Pernyataan optimistis ini muncul di tengah tekanan yang sedang dihadapi perusahaan di pasar domestik China, mulai dari perang harga hingga penurunan laba yang lebih dalam dari perkiraan.

Dalam pertemuan pascalaporan keuangan terbaru, perwakilan BYD disebut menyampaikan bahwa pasar luar negeri dalam jangka panjang berpotensi menyumbang hingga setengah dari total penjualan perusahaan. Pandangan ini mencerminkan perubahan penting dalam strategi global produsen mobil listrik terbesar di China tersebut. Jika dulu pasar ekspor lebih bersifat pelengkap, kini perannya mulai diangkat sebagai mesin pertumbuhan utama.

Pada Januari 2026, BYD menetapkan target ekspor sekitar 1,3 juta kendaraan untuk tahun ini. Angka itu sebenarnya lebih rendah dibanding ekspektasi 1,6 juta unit yang sempat dibagikan kepada Citi pada November 2025. Namun, sinyal terbaru dari internal perusahaan menunjukkan mereka kini jauh lebih percaya diri, bahkan mengindikasikan peluang untuk menembus 1,5 juta unit atau lebih di pasar internasional.

Momentum ekspansi luar negeri memang menjadi semakin penting. BYD sedang menghadapi tekanan berat di pasar dalam negeri akibat persaingan yang sangat sengit, sementara kebutuhan untuk terus berinvestasi pada teknologi membuat margin laba tergerus. Dalam kondisi seperti ini, pasar luar negeri tampil sebagai ruang bernapas yang lebih luas untuk menjaga laju pertumbuhan. Rumahnya masih besar, tapi kompetisinya sudah sesak. Jadi wajar kalau BYD mulai sering melihat pagar luar.

Salah satu strategi utama yang dipakai untuk mendorong ekspansi adalah lokalisasi produksi. BYD mempercepat pembangunan pabrik di berbagai negara utama, termasuk di Eropa dan Indonesia, yang diperkirakan mulai masuk fase produksi massal pada Maret atau April 2026. Dengan langkah ini, perusahaan berharap dapat memperbesar kapasitas pasokan sekaligus menekan ongkos logistik ke pasar ekspor.

Lokalisasi tersebut juga menjadi cara BYD untuk memperkuat posisi di kawasan Asia, Eropa, hingga Amerika Selatan. Alih-alih hanya mengekspor kendaraan utuh dari China, perusahaan kini ingin lebih dekat dengan pasar tujuan melalui fasilitas produksi lokal. Strategi ini bisa memberi banyak keuntungan, mulai dari efisiensi biaya hingga fleksibilitas menghadapi kebijakan dagang dan preferensi konsumen setempat.

Di tengah ekspansi itu, BYD tetap menegaskan bahwa mereka tidak ingin masuk terlalu jauh ke dalam perang diskon. Fokus perusahaan diarahkan pada teknologi dan inovasi, dengan komitmen menjaga investasi riset dan pengembangan tetap tinggi. Pendekatan ini penting karena di pasar kendaraan listrik, pertumbuhan yang cepat tanpa pembeda teknologi sering berakhir seperti lomba murah-murahan yang sama-sama bikin megap-megap.

Secara keseluruhan, arah yang sedang diambil BYD memperlihatkan bahwa pasar internasional kini dipandang sebagai pilar pertumbuhan jangka panjang. Ketika pasar domestik China makin padat dan penuh tekanan, membawa kendaraan ke luar negeri menjadi salah satu jalur paling realistis untuk menjaga momentum. Jika strategi lokalisasi berhasil dan pasar global tetap responsif, target 1,5 juta unit ekspor pada 2026 bukan lagi terdengar ambisius, melainkan masuk akal untuk dicapai.

Berita Terkait

Raksasa Teknologi Huawei hingga Xiaomi Pamer Navigasi AI dan Deteksi Emosi Pengemudi
Registrasi Tesla di California Anjlok 24 Persen Akibat Harga dan Bunga Kredit
BYD Sealion 08 Debut di Beijing SUV Listrik Bongsor Sepanjang 5 Meter
Jaguar Land Rover Recall 170 Ribu SUV Hybrid Akibat Risiko Hilang Tenaga
Krisis Minyak Global Pacu Adopsi Mobil Listrik dan Evaluasi Subsidi Kendaraan
Tesla Percepat Pengembangan Teknologi AI Self Driving yang Semakin Canggih
Raksasa Otomotif BYD China Kini Resmi Salip Produsen Global Penjualan Mobil Listrik
Dominasi Mobil Listrik dan Ratusan Debut Global di Beijing Auto Show 2026

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 19:34 WIB

Registrasi Tesla di California Anjlok 24 Persen Akibat Harga dan Bunga Kredit

Sabtu, 25 April 2026 - 19:34 WIB

BYD Sealion 08 Debut di Beijing SUV Listrik Bongsor Sepanjang 5 Meter

Sabtu, 25 April 2026 - 19:33 WIB

Jaguar Land Rover Recall 170 Ribu SUV Hybrid Akibat Risiko Hilang Tenaga

Sabtu, 25 April 2026 - 19:33 WIB

Krisis Minyak Global Pacu Adopsi Mobil Listrik dan Evaluasi Subsidi Kendaraan

Jumat, 24 April 2026 - 02:08 WIB

Tesla Percepat Pengembangan Teknologi AI Self Driving yang Semakin Canggih

Berita Terbaru

Alternatif Bahan Bakar Selain

Berita

Alternatif Bahan Bakar Selain Pertamina Dex Terbaru 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 20:42 WIB