Sebuah unggahan di media sosial menampilkan foto Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti disertai narasi yang menyebut surat edaran jadwal libur sekolah selama Ramadhan 2026 sudah resmi diterbitkan. Dalam unggahan itu, jadwal bahkan dicantumkan secara rinci, mulai dari libur awal Ramadhan, periode belajar di sekolah, libur Hari Raya, hingga tanggal masuk kembali.
Klaim tersebut kemudian memunculkan kebingungan di kalangan orang tua dan siswa, karena jadwal yang beredar terlihat seperti ketetapan resmi. Namun, berdasarkan penelusuran informasi, hingga saat ini belum ada surat edaran resmi yang dirilis pemerintah terkait jadwal libur sekolah selama Ramadhan 2026.
Informasi yang beredar juga perlu dilihat dalam konteks penetapan awal puasa. Umumnya, kepastian dimulainya Ramadhan ditetapkan setelah Kementerian Agama menggelar Sidang Isbat. Prosesnya melibatkan pemerintah, ulama, dan ahli astronomi dengan metode hisab, rukyatul hilal, serta musyawarah untuk menentukan tanggal awal Ramadhan.
Karena itu, jadwal libur sekolah yang mengacu pada periode Ramadhan biasanya mengikuti kepastian tanggal awal puasa. Jika tanggal awal puasa belum ditetapkan, maka rujukan jadwal yang “sudah fix” patut dicurigai sebagai informasi yang belum terverifikasi.
Masyarakat diimbau untuk menunggu pengumuman resmi dari instansi terkait sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi. Dengan menunggu rilis resmi, orang tua dan siswa bisa menghindari kesalahpahaman, termasuk penyusunan agenda belajar, rencana perjalanan, atau aktivitas keluarga yang bergantung pada kalender sekolah.
Jika Anda menemukan unggahan serupa, langkah yang aman adalah memeriksa sumbernya, memastikan ada dokumen resmi yang bisa ditelusuri, dan mengecek apakah informasi tersebut juga diumumkan melalui kanal pemerintah yang kredibel. Tanpa itu, jadwal yang beredar sebaiknya dianggap sebagai klaim yang belum bisa dipastikan.






