Xiaomi kembali menarik perhatian industri otomotif setelah CEO-nya, Lei Jun, tampil langsung dalam sesi livestream untuk membedah sedan listrik generasi baru SU7. Tayangan tersebut berlangsung sekitar 3,5 jam dan memperlihatkan pemeriksaan kendaraan hingga ke detail-detail kecil, mulai dari lapisan cat, struktur eksterior, kabin, sistem elektrikal, sasis, sampai aspek keselamatan.
Dalam sesi itu, Lei Jun tidak sendirian. Ia didampingi pakar keselamatan Zhu Xichan untuk membahas versi SU7 Pro penggerak roda belakang yang menggunakan baterai LFP 96,3 kWh dan suspensi pneumatik. Dengan pendekatan seperti ini, Xiaomi tampak ingin menunjukkan bahwa produk otomotifnya bukan cuma bermain di sisi pemasaran, tetapi juga berani membuka detail teknis ke publik.
Dari sisi eksterior, salah satu aspek yang paling banyak dibahas adalah proses pengecatan bodi. Xiaomi menjelaskan bahwa SU7 memakai tiga lapisan cat dan dua tahap pengeringan. Di bawah lapisan tersebut, bodi juga dilindungi dengan baja galvanis, pretreatment, dan elektroforesis untuk membantu ketahanan terhadap korosi. Bahkan lapisan pertamanya disebut dirancang untuk mengisi cacat permukaan dan menambah perlindungan terhadap benturan kecil seperti serpihan batu.
Detail lain yang ikut diperlihatkan adalah konstruksi roda yang dibuat melalui proses penggilingan selama 13 jam dengan 22 alat potong berbeda. Bumper depan mengintegrasikan radar gelombang milimeter 4D baru dan filter udara aktif yang bisa disesuaikan. Untuk varian tertinggi SU7 Max, terdapat saluran udara tambahan di kedua sisi agar sistem rem tetap dingin saat bekerja lebih berat.
Pada bagian pencahayaan, SU7 generasi baru dibekali lampu depan dengan empat modul dan basis tembaga, lengkap dengan radiator silinder yang lebih luas. Sistem pendingin udara aktif juga dipasang untuk menjaga performa pencahayaan. Sementara di belakang, lampu belakang mengandalkan 360 titik LED dengan susunan jarak 10 mm, dipadukan proses laser engraving dan pelapisan tiga tingkat agar tampil lebih presisi.
Masuk ke interior, Xiaomi membekali SU7 dengan kompartemen tengah yang memuat kulkas sekaligus ruang penyimpanan berkapasitas 18,4 liter. Sistem audionya terdiri dari 25 speaker dan didukung array delapan mikrofon dengan kontrol suara lima zona. Jok pengemudi memakai pengaturan elektrik 18 arah dan material berlapis tujuh lapisan, memperlihatkan bahwa Xiaomi juga ingin memberi kesan premium yang serius, bukan sekadar tempel layar besar lalu selesai.
Dari sisi teknologi dan sasis, sedan ini menggunakan sensor LiDAR, radar gelombang milimeter 4D, 12 sensor ultrasonik, dan 11 kamera. Suspensinya mengadopsi struktur double wishbone di depan serta multi-link lima titik di belakang. Mata air pneumatik dua kamar dan sistem bantuan redaman kontinu memungkinkan penyesuaian tinggi serta kekakuan suspensi secara real time. Xiaomi juga menyebut sistem pengereman standar empat piston fixed brake clamp mampu membantu efisiensi jangkauan hingga sekitar 3 km menurut siklus CLTC.
Yang tak kalah penting, paket baterai mobil ini dilindungi struktur rangka khusus dengan kombinasi balok horizontal 1.500 MPa dan balok lantai 2.000 MPa di bagian atas. Dalam uji tabrak frontal offset 50 persen pada kecepatan 60 km/jam, Xiaomi menekankan kemampuan area depan menyerap energi tanpa merusak struktur A-pillar. SU7 generasi baru sendiri resmi meluncur pada 19 Maret dan mulai dikirim ke pelanggan sejak 23 Maret, dengan harga antara 219.900 hingga 303.900 yuan. Menurut Lei Jun, sekitar 4.000 sampai 5.000 unit SU7 2026 telah berhasil dikirim hanya dalam minggu pertama. Ini jelas memberi sinyal bahwa Xiaomi ingin membangun citra sebagai pemain otomotif yang serius, transparan, dan tidak malu memamerkan “jeroan” produknya ke depan publik. :contentReference[oaicite:3]{index=3}






