Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menyiagakan 926 personel untuk menjaga kebersihan selama momentum Idulfitri 1447 Hijriah, terutama pada malam takbiran yang diprediksi padat aktivitas warga. Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota agar kebersihan kota tetap terjaga selama hari besar keagamaan.
Ratusan petugas akan disebar di enam Sub Wilayah Kota (SWK) untuk mengantisipasi lonjakan sampah di titik keramaian. Sejumlah kawasan seperti Dago, Gasibu, dan sekitar Pusdai diperkirakan menjadi pusat aktivitas. Area wisata, pusat kuliner, hingga lokasi pedagang kaki lima juga masuk prioritas karena berpotensi meningkatkan volume sampah secara cepat.
DLH turut memfokuskan kebersihan rumah ibadah yang digunakan untuk Salat Id. Setidaknya lima masjid utama menjadi perhatian, yakni Masjid Agung Alun-alun Bandung, Masjid Al Ukhuwah, Masjid Istiqomah, Pusdai Jawa Barat, serta Masjid Cipaganti.
Menurut DLH, pembersihan telah dilakukan intensif sejak beberapa hari sebelumnya, baik di dalam masjid maupun lingkungan sekitarnya. Selain itu, pembersihan lanjutan juga disiapkan setelah pelaksanaan Salat Id, terutama untuk lokasi terbuka yang biasanya meninggalkan residu sampah lebih banyak.
DLH memastikan personel bekerja lembur untuk menjaga kebersihan di tengah mobilitas warga yang meningkat. Targetnya sederhana: masyarakat bisa beribadah dengan nyaman, kawasan tetap rapi, dan Bandung tidak berubah jadi “kota oleh-oleh plastik” setelah takbiran.






