Dua Senator AS Minta Pentagon Selidiki Dugaan Investasi China di SpaceX

Avatar photo

- Penulis Berita

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Roket Falcon 9 SpaceX meluncurkan 21 satelit Starlink ke orbit dari Cape Canaveral, Florida, 11 Februari 2025. Foto: SpaceX

Roket Falcon 9 SpaceX meluncurkan 21 satelit Starlink ke orbit dari Cape Canaveral, Florida, 11 Februari 2025. Foto: SpaceX

Dua senator Amerika Serikat mengusulkan penyelidikan terhadap perusahaan kedirgantaraan SpaceX terkait kekhawatiran adanya investasi yang berhubungan dengan China dan potensi dampaknya terhadap keamanan nasional.

Elizabeth Warren dan Andy Kim pada 5 Februari mengirim surat kepada Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth. Dalam surat tersebut mereka menyoroti kemungkinan adanya aliran modal dari China yang dapat menimbulkan ancaman terhadap sektor militer, intelijen, serta infrastruktur sipil Amerika Serikat.

Kedua senator mengutip laporan media serta kesaksian di pengadilan yang menyebut investor terkait China menyalurkan dana melalui entitas hukum di Kepulauan Cayman dan Kepulauan Virgin Inggris guna menyamarkan kepemilikan saham di SpaceX.

Mereka menegaskan SpaceX memiliki peran penting dalam sistem keamanan nasional Amerika Serikat karena terlibat dalam peluncuran satelit militer dan intelijen serta pengoperasian jaringan internet satelit Starlink yang digunakan Pentagon dan militer Ukraina.

Para senator menilai keterlibatan investor asing dapat memicu regulasi terkait Foreign Ownership, Control, or Influence (FOCI) karena berpotensi membuka akses terhadap teknologi sensitif.

Surat tersebut meminta Pentagon menjelaskan apakah terdapat kepemilikan investor China di SpaceX, apakah perusahaan tersebut berada di bawah pengawasan FOCI, serta apakah investasi asing tersebut perlu ditinjau oleh Komite Investasi Asing di Amerika Serikat.

Pentagon diminta memberikan tanggapan sebelum 20 Februari. Hingga kini SpaceX maupun Departemen Pertahanan belum memberikan komentar resmi.

Isu ini disebut semakin relevan setelah SpaceX dikabarkan mengakuisisi perusahaan kecerdasan buatan xAI yang juga didirikan Elon Musk. Musk menyebut integrasi teknologi AI, roket, internet berbasis satelit, komunikasi langsung seluler, serta platform informasi real time sebagai langkah ambisius.

Berita Terkait

Alternatif Bahan Bakar Selain Pertamina Dex Terbaru 2026
Daya Beli Warga Kota Besar Menurun UMKM Keluhkan Kenaikan Biaya Produksi
Kasus ISPA dan Demam Melonjak Akibat Cuaca Buruk Pemerintah Imbau Pola Sehat
Kegiatan Sekolah dan Ujian Nasional Berjalan Normal di Tengah Dinamika Global
Digitalisasi Pendidikan dan Evaluasi Kurikulum Mulai Diterapkan di Sejumlah Daerah
Kecelakaan Kendaraan Pribadi di Jalur Antar Kota Meningkat Pengendara Wajib Waspada
Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Mulai Berlaku di Tengah Fluktuasi Pangan
Hari Malaria Sedunia 25 April Kembali Soroti Tantangan Kesehatan Global Terbaru
Tag :

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 20:42 WIB

Alternatif Bahan Bakar Selain Pertamina Dex Terbaru 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 19:19 WIB

Daya Beli Warga Kota Besar Menurun UMKM Keluhkan Kenaikan Biaya Produksi

Sabtu, 25 April 2026 - 19:19 WIB

Kasus ISPA dan Demam Melonjak Akibat Cuaca Buruk Pemerintah Imbau Pola Sehat

Sabtu, 25 April 2026 - 19:19 WIB

Kegiatan Sekolah dan Ujian Nasional Berjalan Normal di Tengah Dinamika Global

Sabtu, 25 April 2026 - 19:18 WIB

Digitalisasi Pendidikan dan Evaluasi Kurikulum Mulai Diterapkan di Sejumlah Daerah

Berita Terbaru

Alternatif Bahan Bakar Selain

Berita

Alternatif Bahan Bakar Selain Pertamina Dex Terbaru 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 20:42 WIB