Elon Musk kembali melontarkan kritik terhadap sistem kecerdasan buatan milik pesaingnya. Ia menilai sejumlah model AI saat ini cenderung “munafik” dan terlalu dipengaruhi kecenderungan politik pembuatnya.
Pernyataan itu muncul setelah perbandingan respons antara Grok milik xAI dan Claude dari Anthropic terkait isu pembekuan rekening pengemudi truk di Kanada.
Musk menyebut Grok harus menang agar masyarakat tidak dikendalikan model AI yang menurutnya terlalu merasa benar secara moral.
Perdebatan ini mencerminkan kekhawatiran sebagian kalangan bahwa AI dapat memengaruhi transaksi, pendidikan, hingga kebijakan publik di masa depan.
Sementara itu, Anthropic baru saja merilis model Claude versi terbaru seperti Sonnet dan Opus yang diklaim unggul dalam analisis dokumen panjang dan pengurangan halusinasi.
Musk pun memamerkan Grok versi eksperimental dengan klaim mampu belajar cepat dan lebih lugas dalam menjawab pertanyaan sensitif.
Persaingan ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, Musk juga berseteru dengan CEO OpenAI Sam Altman mengenai dampak ChatGPT.
Di tengah inovasi pesat, perdebatan tentang netralitas dan bias AI tampaknya akan terus menjadi isu utama dalam perkembangan teknologi global.






