Harga emas dunia mencatat lonjakan signifikan dalam dua sesi perdagangan terakhir dan semakin mendekati level USD 5.600 per ons. Kenaikan ini dipicu oleh kombinasi kuat antara pembelian bank sentral, arus dana investasi, serta meningkatnya minat terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.
Pada penutupan perdagangan 28 Januari, harga emas spot dunia melonjak sekitar USD 235 dan ditutup di kisaran USD 5.414 per ons. Tren penguatan berlanjut pada sesi berikutnya, 29 Januari, dengan harga sempat menyentuh level tertinggi baru di sekitar USD 5.585 per ons. Secara keseluruhan, emas telah menguat lebih dari USD 500 hanya dalam waktu singkat.
Analis pasar dari IG, Tony Sycamore, menilai reli ini didorong oleh pembelian berkelanjutan dari bank sentral, meningkatnya permintaan dari dana investasi, serta pergeseran investor ke aset berkualitas tinggi. Meski dalam jangka pendek terdapat potensi koreksi, ia menegaskan bahwa faktor fundamental masih mendukung tren penguatan emas sepanjang 2026.
Selain faktor permintaan, ketegangan geopolitik turut memperkuat daya tarik emas sebagai aset aman. Situasi memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Iran untuk kembali ke meja perundingan terkait isu senjata nuklir. Pernyataan tersebut dibalas Teheran dengan ancaman akan melakukan serangan balasan terhadap Amerika Serikat, Israel, dan sekutunya jika terjadi agresi militer.
Kebijakan moneter Amerika Serikat juga menjadi katalis penting. Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya, sesuai ekspektasi pasar. Investor kini memperkirakan peluang penurunan suku bunga pada pertengahan tahun, khususnya pada Juni. Lingkungan suku bunga rendah secara historis cenderung mendukung kenaikan harga emas karena menurunkan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil.
Sejak awal tahun ini, harga emas telah mencatat kenaikan hampir 30 persen. Pada tahun sebelumnya, logam mulia tersebut bahkan membukukan lonjakan hingga 64 persen, memperkuat posisinya sebagai salah satu aset dengan kinerja terbaik.
Lonjakan tidak hanya terjadi pada emas. Harga perak juga menembus rekor tertinggi baru di kisaran USD 199,5 per ons. Platinum ikut menguat dan kini diperdagangkan di sekitar USD 2.705 per ons, sementara paladium mencatat kenaikan tipis sekitar 0,3 persen ke level USD 2.079 per ons.






