Keraguan soal daya tahan baterai mobil listrik masih sering muncul, terutama dari calon pengguna yang khawatir performa baterai akan cepat turun saat kendaraan dipakai intensif. Namun, kisah sebuah Ford Mustang Mach-E di Amerika Serikat memberi contoh menarik bahwa kekhawatiran itu tidak selalu terjadi.
Unit Ford Mustang Mach-E Premium 2022 milik pengemudi layanan di Santa Cruz, David Blenkle, dilaporkan sudah menempuh lebih dari 316.000 mil atau sekitar 508.000 kilometer. Jarak itu dicapai dalam penggunaan harian berintensitas tinggi untuk layanan antar-jemput penumpang selama lebih dari tiga tahun.
Blenkle membeli mobil tersebut pada pertengahan 2022 dan memakainya untuk operasional hingga 12 jam per hari. Dengan ritme seperti itu, kendaraan harus menghadapi pola penggunaan yang jauh lebih berat dibanding mobil pribadi biasa yang umumnya hanya dipakai untuk perjalanan rutin kota.
Selama masa operasional tersebut, Mach-E disebut telah melayani lebih dari 7.000 penumpang. Menariknya, kendaraan tetap mengikuti jadwal perawatan rutin setiap 10.000 mil, dan tidak dilaporkan mengalami kerusakan mekanis besar yang memaksa perbaikan kompleks.
Komponen yang paling sering diganti justru ban, dengan total 24 set ban sepanjang perjalanan setengah juta kilometer itu. Sementara sistem rem masih memakai kampas rem bawaan pabrik, terbantu oleh pengereman regeneratif yang mengurangi beban kerja rem konvensional.
Bagian paling mencolok tentu ada pada baterai. Setelah menempuh lebih dari 508.000 km, kapasitas baterai dilaporkan hanya turun sekitar 8 persen. Artinya, mobil masih mampu mempertahankan jarak tempuh sekitar 300 mil atau kurang lebih 480 km dalam sekali pengisian penuh.
Data tersebut memberi gambaran bahwa degradasi baterai pada EV modern bisa jauh lebih lambat dari perkiraan sebagian orang. Sejumlah riset juga menunjukkan rata-rata baterai EV kehilangan kapasitas sekitar 1,8 persen per tahun, meski angka aktual tetap bergantung pada pola pemakaian dan kebiasaan pengisian.
Blenkle mengaku menerapkan kebiasaan pengisian yang disiplin: jarang membiarkan baterai turun di bawah 20 persen dan biasanya hanya mengisi hingga 90 persen. Pola ini umum direkomendasikan untuk membantu menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang.
Tentu, biaya operasional EV tidak selalu sempurna. Kendaraan listrik memang cenderung lebih murah dirawat karena komponen bergeraknya lebih sedikit, tetapi waktu tunggu servis tertentu bisa lebih lama dan biaya penggantian komponen khusus tetap bisa mahal jika terjadi kerusakan.
Meski begitu, contoh Mach-E ini menjadi bukti penting bahwa baterai mobil listrik modern dapat bertahan lama bahkan dalam penggunaan berat. Singkatnya, kalau dipakai dengan benar, baterai EV tidak selemah gosip warganet—kadang justru lebih tahan banting dari jadwal tidur pengemudinya.






