Ford Tarik 4,3 Juta Unit di AS Akibat Bug Software Modul Trailer

Avatar photo

- Penulis Berita

Minggu, 1 Maret 2026 - 10:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ford

Ford

Ford mengumumkan penarikan besar-besaran di Amerika Serikat yang mencakup sekitar 4,3 juta truk pikap dan SUV. Recall ini berkaitan dengan gangguan perangkat lunak yang dapat memengaruhi sistem rem trailer dan pencahayaan eksterior kendaraan.

Masalah yang disorot berasal dari modul kontrol trailer terintegrasi yang diduga dapat kehilangan koneksi dengan kendaraan. Ketika kondisi ini terjadi, lampu rem dan lampu sein pada trailer bisa tidak berfungsi, bahkan fungsi pengereman trailer juga berpotensi terganggu.

Gangguan tersebut disebut dapat muncul saat kendaraan baru dinyalakan, ketika komunikasi antara mobil dan trailer terputus. Dalam situasi nyata, kondisi ini meningkatkan risiko keselamatan karena pengemudi bisa kehilangan kontrol lebih baik atas kombinasi kendaraan dan trailer.

Recall Ford ini berlaku untuk sejumlah model populer, termasuk F-150, F-250 Super Duty, Expedition, Maverick, Ranger, E-Transit, hingga Lincoln Navigator. Rentang tahun model yang terdampak juga mencakup beberapa model baru dalam beberapa tahun terakhir.

Ford menyatakan perbaikan akan dilakukan melalui pembaruan perangkat lunak jarak jauh (over-the-air) dalam banyak kasus. Dengan pendekatan ini, sebagian pemilik kendaraan kemungkinan tidak perlu datang ke dealer, selama update bisa dipasang dengan normal.

Otoritas keselamatan jalan raya AS, NHTSA, mengingatkan bahwa lampu trailer atau rem trailer yang tidak aktif dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Terutama saat kendaraan menarik beban, gangguan kecil pada sistem elektronik bisa berubah menjadi masalah keselamatan yang serius.

Ford disebut telah mencatat ratusan insiden yang mungkin berkaitan dengan persoalan ini, meski pabrikan menyatakan belum mengidentifikasi kecelakaan yang terbukti langsung disebabkan oleh bug tersebut. Tetap saja, skala recall menegaskan besarnya dampak potensial masalah software di kendaraan modern.

Kasus ini juga menambah daftar penarikan besar Ford dalam beberapa waktu terakhir. Di era kendaraan yang semakin bergantung pada sistem elektronik dan kode perangkat lunak, kualitas integrasi software menjadi faktor yang sama pentingnya dengan kualitas mekanis.

Recall 4,3 juta unit ini kembali menunjukkan bahwa kesalahan logika atau konektivitas pada modul kontrol bisa berdampak luas. Bagi Ford, tantangannya bukan hanya menyelesaikan update teknis, tetapi juga menjaga kepercayaan konsumen terhadap stabilitas produk di tengah meningkatnya kompleksitas teknologi otomotif.

Berita Terkait

Raksasa Teknologi Huawei hingga Xiaomi Pamer Navigasi AI dan Deteksi Emosi Pengemudi
Registrasi Tesla di California Anjlok 24 Persen Akibat Harga dan Bunga Kredit
BYD Sealion 08 Debut di Beijing SUV Listrik Bongsor Sepanjang 5 Meter
Jaguar Land Rover Recall 170 Ribu SUV Hybrid Akibat Risiko Hilang Tenaga
Krisis Minyak Global Pacu Adopsi Mobil Listrik dan Evaluasi Subsidi Kendaraan
Tesla Percepat Pengembangan Teknologi AI Self Driving yang Semakin Canggih
Raksasa Otomotif BYD China Kini Resmi Salip Produsen Global Penjualan Mobil Listrik
Dominasi Mobil Listrik dan Ratusan Debut Global di Beijing Auto Show 2026

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 19:34 WIB

Registrasi Tesla di California Anjlok 24 Persen Akibat Harga dan Bunga Kredit

Sabtu, 25 April 2026 - 19:34 WIB

BYD Sealion 08 Debut di Beijing SUV Listrik Bongsor Sepanjang 5 Meter

Sabtu, 25 April 2026 - 19:33 WIB

Jaguar Land Rover Recall 170 Ribu SUV Hybrid Akibat Risiko Hilang Tenaga

Sabtu, 25 April 2026 - 19:33 WIB

Krisis Minyak Global Pacu Adopsi Mobil Listrik dan Evaluasi Subsidi Kendaraan

Jumat, 24 April 2026 - 02:08 WIB

Tesla Percepat Pengembangan Teknologi AI Self Driving yang Semakin Canggih

Berita Terbaru

Alternatif Bahan Bakar Selain

Berita

Alternatif Bahan Bakar Selain Pertamina Dex Terbaru 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 20:42 WIB