China mencatat pencapaian besar dalam bidang inovasi teknologi dengan jumlah paten berkualitas tinggi yang terus meningkat. Hingga akhir 2025, total paten penemuan yang masih berlaku di negara tersebut mencapai 5,32 juta, dengan sekitar 2,29 juta di antaranya diklasifikasikan sebagai paten bernilai tinggi.
Data tersebut dirilis oleh Kantor Kekayaan Intelektual Nasional China (CNIPA) dan menunjukkan bahwa paten berkualitas tinggi kini mencakup sekitar 43,1 persen dari seluruh penemuan yang tercatat. Angka ini mengalami kenaikan 2,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menunjukkan pertumbuhan rata-rata hampir 3 persen per tahun sejak 2020.
Selain peningkatan jumlah, kepadatan paten berkualitas tinggi di China juga mengalami lonjakan signifikan. Rasio paten bernilai tinggi mencapai sekitar 16 paten per 10.000 penduduk, melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Lima Tahun ke-14 China periode 2021–2025. Pada saat yang sama, China juga mencatat enam tahun berturut-turut sebagai negara dengan jumlah aplikasi paten internasional terbanyak melalui skema Patent Cooperation Treaty (PCT).
Perwakilan CNIPA, Liang Xinxin, menyatakan bahwa tren ini mencerminkan peningkatan kualitas inovasi nasional. Menurutnya, paten yang dihasilkan semakin canggih dari sisi teknologi, memiliki nilai pasar yang lebih besar, serta didukung oleh sistem perlindungan kekayaan intelektual yang semakin stabil.
Berdasarkan statistik CNIPA, sekitar 70 persen paten berkualitas tinggi di China terkonsentrasi pada industri strategis dan sektor yang sedang berkembang. Pertumbuhan tercepat tercatat di bidang manajemen teknologi informasi, teknologi komputer, dan teknologi medis. Paten yang berkaitan dengan kecerdasan buatan juga disebut memiliki daya saing tinggi di tingkat global.
Selain itu, sejumlah bidang baru seperti teknologi kuantum, bio-produktivitas, antarmuka otak-komputer, serta jaringan telekomunikasi generasi keenam atau 6G mulai mencatatkan berbagai penemuan inti yang dinilai strategis bagi masa depan industri.
Perusahaan-perusahaan domestik China disebut sebagai motor utama di balik lonjakan paten bernilai tinggi ini. Kawasan inovasi utama seperti Delta Sungai Yangtze, wilayah Beijing–Tianjin–Hebei, serta Greater Bay Area Guangdong–Hong Kong–Makau memimpin kontribusi, dengan menyumbang sekitar 70 persen dari total paten dan penemuan berkualitas tinggi nasional.
Di tingkat global, kapasitas inovasi China juga mendapat pengakuan internasional. Klaster inovasi Shenzhen–Hong Kong–Guangzhou untuk pertama kalinya menempati peringkat teratas dalam Indeks Inovasi Global 2025 yang dirilis Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO). Sementara itu, Beijing menempati posisi keempat dan kawasan Shanghai–Suzhou berada di peringkat keenam.
Ke depan, CNIPA menegaskan komitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas inovasi. Dalam lima tahun mendatang, lembaga tersebut akan mengarahkan unit inovasi agar memprioritaskan pengembangan paten inti berkualitas tinggi guna mendukung pertumbuhan kekuatan produktivitas baru dan daya saing ekonomi nasional.






