Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menaruh harapan besar pada keberadaan Taman Bermain Literasi dan Pojok Baca di Pejaten Barat sebagai sarana untuk meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya anak-anak. Fasilitas ini diresmikan langsung oleh Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar pada Selasa, 3 Februari 2026.
Peresmian tersebut dilakukan di lingkungan Kantor Kelurahan Pejaten Barat, Kecamatan Pasar Minggu, dan turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Jakarta Selatan, Diah Anwar. Selain Taman Bermain Literasi dan Pojok Baca, pemerintah juga meresmikan Sekretariat TP PKK Kelurahan Pejaten Barat sebagai bagian dari penguatan fasilitas pelayanan masyarakat.
Muhammad Anwar menyampaikan bahwa fasilitas literasi ini diharapkan menjadi ruang belajar yang menyenangkan, inklusif, dan berkelanjutan. Menurutnya, penggabungan konsep bermain dan membaca dapat membantu anak-anak lebih mudah mengenal dunia literasi sejak usia dini, sekaligus mendorong masyarakat untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari.
Ia menegaskan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga berperan penting dalam membentuk pola pikir kritis, kreatif, serta berakhlak. Oleh karena itu, kehadiran taman literasi di tingkat kelurahan dinilai strategis sebagai upaya menanamkan nilai-nilai tersebut dari lingkungan terdekat masyarakat.
Anwar juga menilai peresmian fasilitas ini memiliki makna lebih dari sekadar pembangunan fisik. Keberadaan Sekretariat TP PKK, menurutnya, menjadi simbol penguatan organisasi dan pusat koordinasi kegiatan sosial yang diharapkan mampu melahirkan gagasan serta program nyata bagi pembangunan wilayah Jakarta Selatan.
Sementara itu, Lurah Pejaten Barat Yudi Setia Prawira menjelaskan bahwa pembangunan kawasan tersebut juga bertujuan menyediakan ruang terbuka hijau yang ramah anak. Area pojok baca yang dipadukan dengan taman bermain diharapkan mampu meningkatkan minat baca sekaligus mengasah kemampuan sensorik dan motorik anak-anak di sekitar kelurahan.
Dalam kesempatan yang sama, pihak kelurahan juga menyalurkan santunan kepada 120 mustahik sebagai bentuk kepedulian sosial dan dukungan terhadap pendidikan anak usia sekolah. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat peran lingkungan kelurahan tidak hanya sebagai pusat pelayanan administrasi, tetapi juga sebagai ruang tumbuh dan belajar bagi masyarakat.






