Sebanyak tiga jenazah yang ditemukan di perairan Selat Bali akhirnya tiba di RSUD Blambangan, Banyuwangi. Ketiga jasad tersebut kuat diduga merupakan korban tragedi KMP Tunu Pratama Jaya yang sempat dilaporkan hilang beberapa waktu lalu. Tim gabungan langsung bergerak cepat untuk melakukan proses evakuasi dan memulai tahapan identifikasi medis.
Penemuan ini menjadi titik terang bagi keluarga korban yang telah menunggu kepastian selama berhari-hari. Sejak insiden kapal karam tersebut terjadi, operasi SAR terus diintensifkan di sekitar lokasi kejadian hingga ke wilayah pesisir Jawa Timur.
Proses Evakuasi Menuju Banyuwangi
Tim SAR gabungan mengevakuasi ketiga jenazah menggunakan kapal patroli melalui jalur laut. Pemilihan Banyuwangi sebagai lokasi identifikasi didasari oleh fasilitas medis yang memadai dan kedekatan akses logistik. Setibanya di dermaga, petugas ambulans langsung membawa peti jenazah dengan pengawalan ketat menuju kamar pemulasaran.
Meskipun kondisi fisik jenazah sudah sulit dikenali secara kasat mata, petugas tetap optimis dapat mengungkap identitas mereka. Selain itu, faktor arus laut yang kuat diduga membawa para korban tragedi KMP Tunu Pratama Jaya ini menjauh dari titik koordinat awal kecelakaan.
Identifikasi Melibatkan Tim DVI Polri
Proses identifikasi ini akan ditangani langsung oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Tim ahli forensik akan melakukan pencocokan data post-mortem dengan data ante-mortem yang dikumpulkan dari pihak keluarga.
Berikut adalah beberapa langkah utama dalam proses identifikasi jenazah:
-
Pemeriksaan Sidik Jari: Jika jaringan kulit masih memungkinkan untuk dipindai.
-
Data Rekam Gigi: Salah satu metode paling akurat untuk mengidentifikasi korban kecelakaan laut.
-
Tes DNA: Langkah terakhir jika metode primer lainnya tidak membuahkan hasil.
-
Properti Pribadi: Pemeriksaan pakaian, aksesori, atau benda yang melekat pada tubuh korban.
Oleh karena itu, pihak kepolisian menghimbau keluarga yang merasa kehilangan anggota kerabatnya untuk segera melapor ke posko yang telah disediakan. Kerjasama keluarga sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pencocokan data medis ini.
Kronologi Singkat Insiden KMP Tunu Pratama Jaya
Tragedi yang menimpa KMP Tunu Pratama Jaya menyisakan duka mendalam bagi dunia transportasi laut Indonesia. Kapal tersebut dilaporkan mengalami gangguan teknis sebelum akhirnya terbalik akibat dihantam gelombang tinggi. Hingga saat ini, sebagian penumpang telah berhasil diselamatkan, namun beberapa lainnya masih dalam pencarian.
Upaya pencarian tetap berlanjut meskipun kendala cuaca sering kali menghambat pergerakan tim di lapangan. Namun, penemuan tiga jenazah diduga korban tragedi KMP Tunu Pratama Jaya ini memberikan harapan bahwa seluruh korban hilang dapat segera ditemukan.
FAQ Mengenai Proses Identifikasi
1. Berapa lama proses identifikasi berlangsung? Waktu yang dibutuhkan bervariasi antara beberapa hari hingga minggu, tergantung pada kondisi jenazah dan ketersediaan data pembanding.
2. Di mana keluarga bisa memberikan data ante-mortem? Keluarga dapat mendatangi posko DVI di RSUD Blambangan atau kantor kepolisian setempat yang ditunjuk sebagai pusat informasi.
3. Apakah pencarian korban lainnya masih berlanjut? Ya, Tim SAR Gabungan masih menyisir area perairan Selat Bali dan sekitarnya untuk mencari kemungkinan adanya korban lain.
Kesimpulan Identifikasi terhadap tiga jenazah diduga korban tragedi KMP Tunu Pratama Jaya di Banyuwangi merupakan langkah krusial untuk memberikan kepastian hukum dan emosional bagi keluarga. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan menunggu hasil resmi dari pihak berwenang terkait identitas pasti para korban.






