KPK Telusuri Cabang Blueray Cargo dalam Kasus Impor Barang KW Bea Cukai

Avatar photo

- Penulis Berita

Rabu, 1 April 2026 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KPK

KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi memperluas pendalaman kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait impor barang tiruan di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan menelusuri cabang-cabang PT Blueray Cargo. Langkah ini menunjukkan bahwa penyidikan tidak hanya berfokus pada praktik yang terjadi di satu titik, tetapi juga mencoba melihat kemungkinan pola serupa berlangsung di lokasi lain.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa PT Blueray Cargo sebagai perusahaan forwarder memiliki cabang di beberapa wilayah. Karena itu, penyidik merasa perlu menelusuri apakah praktik yang diduga terjadi di Jakarta juga diduplikasi di kantor-kantor cabang perusahaan tersebut dalam proses importasi barang ke Indonesia. Pendekatan ini penting karena kasus seperti ini jarang berhenti di satu meja kerja saja.

Untuk mendalami hal itu, KPK sebenarnya telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua saksi dari pihak Blueray Cargo berinisial SP dan EWW pada 31 Maret 2026. Namun, kedua saksi tersebut diketahui belum memenuhi panggilan penyidik. KPK menyatakan akan berkoordinasi kembali untuk menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap mereka.

Perkembangan ini menjadi bagian lanjutan dari perkara yang mencuat lewat operasi tangkap tangan pada 4 Februari 2026 di lingkungan Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan 17 orang, lalu menetapkan enam di antaranya sebagai tersangka sehari kemudian. Kasus ini sejak awal menarik perhatian publik karena melibatkan pejabat penting di institusi kepabeanan dan pihak swasta yang bergerak dalam jasa pengiriman barang impor.

Para tersangka yang diumumkan antara lain Rizal selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai periode 2024 hingga Januari 2026, Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Sisprian Subiaksono, Kepala Seksi Intelijen Bea Cukai Orlando Hamonangan, serta tiga pihak dari Blueray Cargo yaitu pemilik John Field, Ketua Tim Dokumentasi Importasi Andri, dan Manajer Operasional Dedy Kurniawan.

Tidak berhenti di situ, pada 26 Februari 2026 KPK kembali menetapkan tersangka baru, yakni Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Budiman Bayu Prasojo. Sehari setelahnya, lembaga antirasuah itu juga mengungkap tengah mendalami dugaan korupsi di pengurusan cukai setelah menemukan uang tunai sekitar Rp5,19 miliar di sebuah rumah aman di Ciputat, Tangerang Selatan. Uang tersebut tersimpan dalam lima koper dan diduga berkaitan dengan praktik kepabeanan dan cukai.

Penelusuran terhadap cabang-cabang Blueray Cargo menjadi krusial karena dapat membuka kemungkinan bahwa praktik korupsi ini bersifat lebih sistematis daripada yang semula terlihat. Jika pola serupa ditemukan di lokasi lain, maka perkara ini dapat bergeser dari kasus individual menjadi dugaan jaringan operasional yang lebih luas. Dalam perkara impor, satu celah di pelabuhan saja sudah cukup bikin repot. Kalau ternyata celahnya bercabang, urusannya jelas jauh lebih serius.

Dengan terus menggali peran perusahaan forwarder dan kaitannya dengan pejabat Bea Cukai, KPK tampak ingin memastikan bahwa akar persoalan benar-benar dibongkar. Bagi publik, fokus saat ini bukan hanya siapa lagi yang akan diperiksa, tetapi apakah penyidikan ini dapat membuktikan pola korupsi yang selama ini mungkin tersembunyi di balik kelancaran arus barang masuk. Kalau pendalaman ini menemukan rantai praktik yang lebih besar, kasus Blueray Cargo bisa menjadi salah satu perkara kepabeanan paling penting dalam beberapa tahun terakhir.

Berita Terkait

Alternatif Bahan Bakar Selain Pertamina Dex Terbaru 2026
Daya Beli Warga Kota Besar Menurun UMKM Keluhkan Kenaikan Biaya Produksi
Kasus ISPA dan Demam Melonjak Akibat Cuaca Buruk Pemerintah Imbau Pola Sehat
Kegiatan Sekolah dan Ujian Nasional Berjalan Normal di Tengah Dinamika Global
Digitalisasi Pendidikan dan Evaluasi Kurikulum Mulai Diterapkan di Sejumlah Daerah
Kecelakaan Kendaraan Pribadi di Jalur Antar Kota Meningkat Pengendara Wajib Waspada
Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Mulai Berlaku di Tengah Fluktuasi Pangan
Hari Malaria Sedunia 25 April Kembali Soroti Tantangan Kesehatan Global Terbaru

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 20:42 WIB

Alternatif Bahan Bakar Selain Pertamina Dex Terbaru 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 19:19 WIB

Daya Beli Warga Kota Besar Menurun UMKM Keluhkan Kenaikan Biaya Produksi

Sabtu, 25 April 2026 - 19:19 WIB

Kasus ISPA dan Demam Melonjak Akibat Cuaca Buruk Pemerintah Imbau Pola Sehat

Sabtu, 25 April 2026 - 19:19 WIB

Kegiatan Sekolah dan Ujian Nasional Berjalan Normal di Tengah Dinamika Global

Sabtu, 25 April 2026 - 19:18 WIB

Digitalisasi Pendidikan dan Evaluasi Kurikulum Mulai Diterapkan di Sejumlah Daerah

Berita Terbaru

Alternatif Bahan Bakar Selain

Berita

Alternatif Bahan Bakar Selain Pertamina Dex Terbaru 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 20:42 WIB