Mahindra Siap Kirim 35 Ribu Kendaraan ke Indonesia Tahun Ini

Avatar photo

- Penulis Berita

Rabu, 4 Maret 2026 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampilan mobil Mahindra Scorpio Pickup. (Mahindra)

Tampilan mobil Mahindra Scorpio Pickup. (Mahindra)

Mahindra & Mahindra menegaskan kembali rencananya untuk mengirim 35.000 kendaraan komersial ringan ke Indonesia pada tahun ini. Pernyataan tersebut muncul di tengah perdebatan publik terkait rencana impor kendaraan untuk mendukung operasional Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Berdasarkan laporan media India yang dikutip ANTARA, pesanan tersebut berasal dari perusahaan milik negara Indonesia, Agrinas Pangan Nusantara. Kendaraan yang akan dikirim diproyeksikan digunakan sebagai armada angkut penunjang kegiatan koperasi dalam program KDKMP.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia sebelumnya sempat menyampaikan bahwa rencana impor total 105.000 kendaraan dari India untuk program tersebut akan ditunda sampai ada keputusan Presiden. Pernyataan itu disampaikan Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono pada 26 Februari 2026.

Meski begitu, Mahindra menyatakan pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi mengenai penangguhan pengiriman. Perusahaan juga menyebut telah menerima pembayaran uang muka, sehingga proses pengiriman pesanan masih mengacu pada komitmen awal yang telah disepakati.

Dalam kerja sama dengan Agrinas Pangan Nusantara, Mahindra disebut akan memasok unit Scorpio Pik Up yang diproduksi di pabrik Nashik, India. Model pikap ini dipilih untuk mendukung kebutuhan angkut operasional koperasi di berbagai wilayah Indonesia.

Pihak Mahindra menekankan keunggulan produk tersebut pada kemampuan bekerja di medan dan kondisi operasional yang menantang, sembari menjaga biaya operasional tetap efisien. Narasi ini selaras dengan kebutuhan kendaraan utilitas untuk program berbasis layanan ekonomi desa.

Namun, rencana impor kendaraan dalam jumlah besar ini juga memicu kritik. Sejumlah pihak menilai kebijakan tersebut berpotensi menekan industri otomotif lokal jika tidak dikelola dengan hati-hati, terutama ketika produk impor masuk pada skala yang sangat besar.

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) disebut telah menyuarakan kekhawatiran terhadap dampak impor tersebut terhadap pelaku industri domestik. Usulan penundaan juga mengemuka agar pemerintah dapat mengkaji ulang implikasi ekonomi dan industri secara lebih menyeluruh.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad juga meminta pemerintah menunda impor mobil dari India. Sikap ini menunjukkan bahwa isu pengadaan kendaraan untuk KDKMP bukan semata urusan logistik, tetapi juga menyentuh kebijakan industri nasional dan keberpihakan pada produksi dalam negeri.

Sampai ada keputusan final pemerintah, dinamika proyek ini masih akan terus dipantau. Yang jelas, Mahindra menyatakan siap mengirimkan 35.000 unit tahun ini, sementara Indonesia masih menimbang kepentingan program koperasi dan perlindungan industri otomotif lokal secara bersamaan.

Berita Terkait

Raksasa Teknologi Huawei hingga Xiaomi Pamer Navigasi AI dan Deteksi Emosi Pengemudi
Registrasi Tesla di California Anjlok 24 Persen Akibat Harga dan Bunga Kredit
BYD Sealion 08 Debut di Beijing SUV Listrik Bongsor Sepanjang 5 Meter
Jaguar Land Rover Recall 170 Ribu SUV Hybrid Akibat Risiko Hilang Tenaga
Krisis Minyak Global Pacu Adopsi Mobil Listrik dan Evaluasi Subsidi Kendaraan
Tesla Percepat Pengembangan Teknologi AI Self Driving yang Semakin Canggih
Raksasa Otomotif BYD China Kini Resmi Salip Produsen Global Penjualan Mobil Listrik
Dominasi Mobil Listrik dan Ratusan Debut Global di Beijing Auto Show 2026

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 19:34 WIB

Registrasi Tesla di California Anjlok 24 Persen Akibat Harga dan Bunga Kredit

Sabtu, 25 April 2026 - 19:34 WIB

BYD Sealion 08 Debut di Beijing SUV Listrik Bongsor Sepanjang 5 Meter

Sabtu, 25 April 2026 - 19:33 WIB

Jaguar Land Rover Recall 170 Ribu SUV Hybrid Akibat Risiko Hilang Tenaga

Sabtu, 25 April 2026 - 19:33 WIB

Krisis Minyak Global Pacu Adopsi Mobil Listrik dan Evaluasi Subsidi Kendaraan

Jumat, 24 April 2026 - 02:08 WIB

Tesla Percepat Pengembangan Teknologi AI Self Driving yang Semakin Canggih

Berita Terbaru

Alternatif Bahan Bakar Selain

Berita

Alternatif Bahan Bakar Selain Pertamina Dex Terbaru 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 20:42 WIB