Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto kepada para pelajar saat menjadi pembina upacara bendera di SMP Negeri 2 Depok pada Senin pagi, 30 Maret 2026. Kehadirannya di sekolah itu bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk menegaskan arah pembinaan karakter dan kesiapan generasi muda menghadapi masa depan.
Dalam amanatnya, Abdul Mu’ti menyampaikan beberapa poin penting yang disebut sebagai pesan Presiden. Di antaranya adalah penerapan program Indonesia yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah atau ASRI, pentingnya menjalani pola hidup sehat, membangun lingkungan sosial yang baik, serta menjauhi perilaku kekerasan terhadap sesama, baik kepada teman, guru, maupun anggota keluarga.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tidak dilihat sebatas ruang untuk mengejar nilai akademik. Pemerintah ingin menekankan bahwa keberhasilan pelajar juga ditentukan oleh kemampuan hidup berdampingan secara sehat, saling menghormati, dan membangun relasi sosial yang positif. Dalam konteks sekolah, ini berarti suasana belajar yang aman dan manusiawi sama pentingnya dengan pelajaran di papan tulis.
Abdul Mu’ti juga mengingatkan bahwa para siswa dapat menjadi pribadi sukses bila mampu saling menghormati dan memuliakan satu sama lain. Menurutnya, kehebatan tidak hanya diukur dari prestasi individual, tetapi juga dari kemampuan memiliki banyak sahabat dan bekerja sama. Pesan ini cukup sederhana, tetapi relevan, terutama di tengah lingkungan sosial anak muda yang kadang justru sibuk berlomba terlihat unggul sendirian.
Ia menegaskan bahwa pelajar sekolah dasar dan menengah adalah potret masa depan bangsa. Di tangan generasi mudalah cita-cita Indonesia Emas 2045 diproyeksikan tumbuh. Karena itu, para siswa diajak untuk sungguh-sungguh mengembangkan potensi diri sejak sekarang, bukan menunggu nanti saat dunia sudah telanjur berlari lebih jauh.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Abdul Mu’ti meminta para pelajar menaati arahan orang tua dan guru. Hal ini penting karena proses tumbuh kembang siswa tidak hanya bergantung pada ruang sekolah, tetapi juga pada dukungan keluarga dan lingkungan terdekat. Pendidikan yang kuat biasanya lahir dari kerja sama tiga pihak: rumah, sekolah, dan kemauan anak itu sendiri. Kalau salah satunya lepas, hasilnya sering ikut pincang.
Selain penekanan pada karakter, ia juga menyoroti pentingnya kesiapan menghadapi perkembangan teknologi. Menurutnya, masa depan akan sangat ditentukan oleh mereka yang mampu menguasai bidang STEM dan seni. Artinya, generasi muda tidak cukup hanya baik secara moral, tetapi juga harus cakap secara intelektual, kreatif, dan siap menyesuaikan diri dengan perubahan zaman yang bergerak cepat.
Melalui upacara di Depok itu, pemerintah seolah ingin mengirim satu pesan besar kepada pelajar: masa depan Indonesia bukan hal abstrak, tetapi sedang disusun hari ini di ruang-ruang kelas. Sikap, kebiasaan, pengetahuan, dan cara siswa membangun hubungan dengan orang lain akan ikut menentukan wajah bangsa ke depan. Jadi, pesan Presiden yang disampaikan Mendikdasmen pagi itu mungkin terdengar formal, tetapi isinya jelas: jadi hebat itu bukan cuma soal pintar, tapi juga soal bagaimana menjadi manusia yang sehat, rapi pikirannya, dan enak hidup bareng orang lain.






