Pasar otomotif Thailand dilaporkan semakin agresif mengadopsi kendaraan elektrifikasi. Sepanjang 2025, penjualan mobil listrik bertenaga baterai (BEV) disebut meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya, menandakan perubahan preferensi konsumen yang makin terbuka terhadap kendaraan listrik.
Menurut data Federasi Industri Thailand (FTI), total penjualan kendaraan di Thailand (di luar sepeda motor) pada 2025 mencapai 621.166 unit, naik sekitar 8,47% dibanding 2024. Dari angka tersebut, BEV terjual 120.301 unit dan diklaim menyumbang 19,37% dari total pasar. Angka ini juga disebut mencerminkan pertumbuhan penjualan BEV sekitar 80,27% dibanding tahun 2024.
Perbandingan dengan 2024 memperlihatkan pergeseran yang besar. Pada 2024, penjualan BEV di Thailand disebut hanya 66.732 unit dan pangsa pasarnya sekitar 11,85%. Total penjualan pasar domestik saat itu tercatat 572.675 unit, atau turun signifikan dibanding tahun sebelumnya. Dengan kata lain, 2025 menjadi momentum kebangkitan sekaligus akselerasi.
Bukan hanya dari sisi penjualan, produksi lokal BEV juga dilaporkan meningkat drastis. Thailand disebut memproduksi 70.914 unit BEV pada 2025, melonjak 631,98% dibanding 2024 yang berada di angka 9.688 unit. Lonjakan produksi ini dinilai membantu Thailand mengurangi ketergantungan pada impor di segmen BEV, sekaligus memperkuat posisi negara tersebut sebagai basis manufaktur otomotif di kawasan.
Pasar juga mulai menunjukkan minat pada pickup listrik bertenaga baterai. Pada 2025, disebut ada 726 unit pickup listrik terjual, sementara pada tahun sebelumnya segmen ini belum tercatat dalam penjualan.
Di sisi lain, tren hybrid juga ikut menguat. Laporan yang sama menyebut penjualan kendaraan hybrid (HEV) di segmen mobil penumpang pada 2025 melampaui penjualan kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE). Penjualan ICE diklaim turun 16,87% menjadi 128.893 unit, sedangkan HEV naik 24% menjadi 146.059 unit. Hybrid plug-in juga disebut tumbuh signifikan, sementara kategori EREV mulai muncul dalam data penjualan.
Seiring produksi yang meningkat, Thailand juga mulai mengekspor BEV dan pickup listrik. Sepanjang 2025, ekspor BEV disebut mencapai 12.695 unit dan ekspor pickup listrik 363 unit. Meski porsinya masih kecil dibanding total ekspor kendaraan, angka tersebut mengindikasikan arah baru industri otomotif Thailand.
FTI memperkirakan kendaraan listrik tetap menjadi salah satu pendorong pertumbuhan pada 2026. Produksi kendaraan pada 2026 disebut berpotensi naik sekitar 3%, dengan target 550.000 unit untuk pasar domestik dan sisanya untuk ekspor, seiring upaya menjaga performa industri sekaligus memperluas pasar elektrifikasi.






