Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, untuk membahas penguatan sektor pendidikan nasional. Pertemuan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari kunjungan kerja Presiden ke Inggris yang menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis di bidang pendidikan tinggi.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo secara langsung memimpin pembahasan guna memastikan implementasi kerja sama internasional di sektor pendidikan berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan sumber daya manusia Indonesia.
Menurut Teddy, agenda utama pertemuan tersebut adalah membahas perkembangan kolaborasi pendidikan antara Indonesia dan sejumlah universitas terkemuka di Inggris Raya. Fokus pembahasan diarahkan pada penguatan pendidikan tinggi sebagai fondasi peningkatan daya saing bangsa di tingkat global.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menerima laporan dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto terkait kemajuan program penguatan pendidikan tinggi nasional. Laporan tersebut menyoroti kerja sama internasional di bidang kesehatan serta STEM atau Science, Technology, Engineering, dan Mathematics.
Brian Yuliarto melaporkan bahwa inisiatif Presiden Prabowo untuk membangun sepuluh kampus unggulan di bidang kesehatan dan STEM melalui kemitraan dengan universitas ternama di Inggris mendapat respons yang sangat positif dari para mitra internasional. Program tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam mempercepat pengembangan kapasitas akademik dan riset di dalam negeri.
Pertemuan di Hambalang ini mencerminkan pendekatan langsung Presiden Prabowo dalam memastikan setiap kerja sama luar negeri tidak berhenti pada kesepakatan formal, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi program konkret. Pemerintah menargetkan agar kolaborasi pendidikan tersebut mampu meningkatkan kualitas perguruan tinggi nasional, memperkuat kemandirian bangsa, serta mempersiapkan Indonesia menghadapi persaingan global berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.






