Pemerintah Kabupaten Sumedang menetapkan program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) untuk tahun 2026 sebagai langkah strategis memperkuat pembiayaan produktif dan meningkatkan inklusi keuangan masyarakat. Penetapan program tersebut dilakukan dalam rapat pleno yang digelar di Sumedang, sekaligus melanjutkan capaian TPAKD yang sebelumnya meraih penghargaan terbaik wilayah Jawa–Bali pada 2025.
Rapat tersebut dipimpin Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila dengan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia wilayah Jawa Barat, serta berbagai lembaga jasa keuangan dan perangkat daerah setempat.
Wakil Bupati menegaskan bahwa TPAKD memiliki peran penting tidak hanya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, program kerja tahun 2026 dirancang lebih komprehensif agar selaras dengan kebijakan nasional serta kebutuhan riil masyarakat.
Fokus utama program tahun ini mencakup penguatan inklusi keuangan melalui perluasan akses layanan, peningkatan literasi keuangan, optimalisasi penggunaan jasa keuangan, serta perlindungan usaha masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan layanan keuangan tanpa kantor (Laku Pandai), perluasan program Simpanan Pelajar di sekolah dan pesantren, serta optimalisasi pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA).
Selain akses pembiayaan, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada perlindungan usaha, khususnya di sektor pertanian dan peternakan. Program asuransi usaha tani padi, asuransi ternak sapi atau kerbau, serta asuransi mikro terus diperkuat untuk menjaga ketahanan pelaku usaha menghadapi risiko ekonomi.
Pengembangan potensi ekonomi unggulan daerah juga menjadi bagian strategi TPAKD. Destinasi wisata Rancakalong dan sentra produksi beras Ujungjaya diharapkan dapat terintegrasi dalam ekosistem keuangan inklusif guna menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus memperluas akses pasar.
Sebagai inovasi tambahan, pemerintah daerah juga mendorong program BEREHAN atau kurban ASN sebagai bentuk sinergi sosial ekonomi. Pemerintah mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi agar implementasi program berjalan efektif dan terukur.
Dari sisi capaian sebelumnya, program Laku Pandai berhasil melampaui target dengan ribuan agen aktif serta puluhan kegiatan sosialisasi. Program Simpanan Pelajar juga mencatat jumlah nasabah melebihi target, sementara sosialisasi pembiayaan usaha melawan rentenir menunjukkan peningkatan.
Untuk 2026, TPAKD menargetkan perluasan pembiayaan produktif bagi pelaku UMKM, peningkatan jumlah agen layanan keuangan, penambahan nasabah program tabungan pelajar, serta perlindungan sektor pertanian melalui asuransi usaha. Langkah tersebut diharapkan memperkuat stabilitas ekonomi lokal sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat Sumedang.






