BMW merilis edisi khusus Alpina XB7 Manufaktur 2026 sebagai “perpisahan elegan” untuk SUV mewah berperforma tinggi yang sudah hampir enam tahun beredar. Bukan peluncuran biasa, karena produksinya dibatasi ketat: hanya 120 unit, khusus pasar Amerika Utara.
Model ini diperkenalkan di ajang Amelia Island Concours di Amerika Serikat. Dari awal, pesan yang ingin disampaikan jelas: ini varian kolektor, bukan sekadar trim baru yang numpang lewat di katalog.
Perubahan paling menonjol ada pada sentuhan visual. Alpina XB7 Manufaktur membawa dua opsi warna cat eksterior matte baru—biru dan hijau—yang sebelumnya tidak tersedia untuk XB7. Pilihan warna ini memberi karakter berbeda: tetap mewah, tapi tidak “ramai”.
Sejumlah detail eksterior juga dipoles dengan pendekatan yang lebih modern. Kisi-kisi, bingkai jendela, lubang angin, hingga ujung knalpot dibuat bernuansa hitam mengilap, menggantikan aksen krom yang biasanya menjadi ciri SUV premium generasi sebelumnya.
Masuk ke kabin, nuansanya dibuat hangat dan eksklusif. BMW menyebut penggunaan kulit berkualitas tinggi berwarna cokelat, dipadukan dengan trim kayu alami bernada gelap. Kombinasi ini menekankan kesan “grand touring”, tapi tetap cocok untuk SUV bongsor.
Di area konsol tengah, terdapat pelat penomoran 1/120 yang menegaskan status edisi terbatas. Bahkan, BMW menyertakan dua tas perjalanan berbahan kulit buatan tangan yang warnanya disesuaikan dengan interior—detail kecil yang biasanya hanya muncul pada produk yang serius menyasar kolektor.
Meski tampil beda, sisi mekanisnya tetap mempertahankan inti performa Alpina. Model ini menggunakan mesin V8 4,4 liter twin-turbo dengan tenaga 631 hp dan torsi 800 Nm, disalurkan melalui transmisi otomatis 8-percepatan dan sistem penggerak empat roda.
BMW mengklaim akselerasi 0–97 km/jam dapat ditempuh dalam 3,9 detik. Angka ini menjelaskan kenapa XB7 sering dipandang sebagai SUV yang mampu “mengejek” mobil sport di lampu merah—meski ukuran bodinya jelas tidak kecil.
Untuk kenyamanan dan kemampuan adaptasi, suspensi udaranya dapat mengubah tinggi kendaraan hingga sekitar 8,1 cm. Mobil bisa meninggi kurang lebih 4 cm pada kecepatan rendah untuk menghadapi jalan buruk, lalu merendah otomatis saat melaju kencang demi stabilitas.
Produksi dijadwalkan mulai September, dengan pengiriman pertama diperkirakan pada kuartal keempat tahun ini. Harga awalnya disebut 181.550 dolar AS. Dengan kuota hanya 120 unit, pertanyaannya bukan “mau beli atau tidak”, melainkan “keburu dapat jatah atau cuma keburu lihat fotonya”.






